kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga Emas Terkoreksi, Dipicu Data Inflasi AS yang Lebih Tinggi dari Perkiraan


Rabu, 13 Maret 2024 / 07:25 WIB
Harga Emas Terkoreksi, Dipicu Data Inflasi AS yang Lebih Tinggi dari Perkiraan
ILUSTRASI. Harga emas kembali terkoreksi pada perdagangan Rabu (13/3) pagi.   REUTERS/Yuriko Nakao


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas kembali terkoreksi pada perdagangan Rabu (13/3) pagi. Pukul 07.13 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2024 di Commoidity Exchange ada di US$ 2.163,10 per ons troi, turun 0,14% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 2.166,10 per ons troi.

Harga emas terkoreksi setelah mencatat rekor sembilan hari berturut-turut, dipicu oleh data inflasi AS pada Februari yang naik lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi ini memperkuat pendekatan hati-hati The Fed dalam memangkas suku bunga.

Harga emas sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di level US$ 2.195,15 pada Jumat.

"Inflasi Februari lebih tinggi dari perkiraan. Implikasinya adalah The Fed mungkin belum siap untuk menurunkan suku bunganya," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas global TD Securities seperti dikutip Bloomberg.

Peralihan The Fed menuju kebijakan moneter yang lebih longgar diperkirakan akan meningkatkan daya tarik emas, dibanding aset-aset yang menghasilkan imbal hasil seperti obligasi.

Para pengambil kebijakan mengatakan, mereka perlu melihat lebih banyak bukti bahwa inflasi sedang menuju target 2% sebelum menurunkan suku bunga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×