Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas terus menguat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah. Kondisi ini mendorong investor global beralih ke aset safe haven, sekaligus memicu pertanyaan mengenai strategi investasi yang tepat saat harga sudah berada di level tinggi.
Analis Komoditas Doo Financial Futures Lukman Leong menilai lonjakan harga emas saat ini lebih banyak dipicu faktor sentimen jangka pendek, yakni eskalasi konflik geopolitik. Meski bersifat sementara, durasi konflik yang belum pasti membuat prospek emas masih didukung ketidakpastian global.
“Lonjakan emas saat ini murni dipicu sentimen geopolitik di Timur Tengah. Walaupun sifatnya sementara, belum bisa dipastikan akan berlangsung berapa lama, bahkan ada yang memperkirakan bisa cukup panjang,” ujar Lukman kepada Kontan, Senin (2/3/2026).
Dalam kondisi tersebut, Lukman menyarankan investor melakukan akumulasi secara bertahap menggunakan strategi dollar cost averaging agar risiko pembelian di harga puncak dapat diminimalkan.
Baca Juga: Indonesian Paradise (INPP) Beri Jaminan Utang Anak Usaha Rp 237,3 M ke Bank Woori
“Strategi yang paling sesuai adalah membeli emas secara bertahap di beberapa level harga. Pendekatan akumulasi ini membantu investor mengelola volatilitas harga,” jelasnya.
Terkait aksi ambil untung, Lukman menilai keputusan profit taking sangat bergantung pada tujuan awal investasi masing-masing investor. Investor yang sebelumnya membeli emas sebagai antisipasi risiko geopolitik dinilai wajar merealisasikan sebagian keuntungan.
Namun, bagi investor yang menjadikan emas sebagai instrumen jangka panjang, langkah tersebut tidak selalu diperlukan.
“Jika tujuan investasi bersifat fundamental, seperti diversifikasi cadangan aset atau kekhawatiran terhadap mata uang fiat, maka tidak perlu terburu-buru melakukan profit taking,” tambahnya.
Baca Juga: Harga Saham Emiten Emas Menguat di Tengah Konflik Israel-AS dan Iran
Dari sisi prospek, Lukman melihat harga emas masih berpeluang melanjutkan kenaikan apabila tensi geopolitik semakin memanas dalam jangka pendek.
Ia memperkirakan harga emas berpotensi kembali mencetak rekor tertinggi di kisaran US$ 5.500–US$ 5.600 jika konflik berkepanjangan. Sementara dalam jangka panjang, emas bahkan berpeluang menembus level US$ 6.000 atau lebih seiring tingginya ketidakpastian global.
Investor disarankan tetap disiplin terhadap strategi dan profil risiko masing-masing, mengingat pergerakan emas saat ini sangat dipengaruhi dinamika geopolitik global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













