kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Harga emas spot menguat lagi ke atas US$ 1.500 per ons troi


Kamis, 03 Oktober 2019 / 08:03 WIB
ILUSTRASI. Harga Emas


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan pasar saham akibat pelemahan manufaktur serta potensi memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa melejitkan harga emas sejak perdagangan kemarin hingga hari ini.

Harga emas spot kembali menguat ke atas US$ 1.500 per ons troi. Kamis (3/10) pukul 7.46 WIB, harga emas spot baik 0,18% ke US$ 1.502,18 per ons troi. Kemarin, harga emas ini naik 1,35% dalam sehari.

Sementara harga emas berjangka untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange pagi ini melemah tipis ke US$ 1.570,80 dari harga penutupan kemarin pada US$ 1.507,90 per ons troi. Kemarin, harga emas ini menguat 1,27% dalam sehari.

Baca Juga: Makin Berkilau, Harga Emas Hari Ini Nyaris Menembus Level US$ 1.500

Data tenaga kerja AS yang lebih buruk daripada prediksi memicu kekhawatiran. Apalagi, data ini muncul setelah kontraksi sektor manufaktur di bulan kedua pada September lalu.

"Hal utama yang menyebabkan kenaikan harga emas adalah data manufaktur mencapai level terjeblok sejak 2009 dan ekspektasi penurunan suku bunga lagi di Amerika Serikat (AS)," kata Bob Habekorn, senior market strategist RJO Futures kepada Reuters. Dia menambahkan, pelemahan manufaktur menunjukkan bahwa AS tidak kebal dari pelemahan global.

Baca Juga: Emiten Tambang Pelat Merah Masih Bisa Raup Untung premium

Data tenaga kerja ADP National Employment yang dirilis Rabu menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan swasta mempekerjakan lebih sedikit tenaga kerja pada bulan September. Hal ini menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja. 

Data ini meluncur sehari setelah Institute for Supply Management (ISM) melaporkan aktivitas manufaktur AS yang turun ke level terendah dalam 10 tahun terakhir. Data ekonomi yang melemah ini memicu ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan Fed Fund Rate.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×