Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia kembali menguat tipis di awal pekan, didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan harapan meredanya konflik geopolitik di Timur Tengah setelah muncul laporan proposal damai dari Iran.
Pada perdagangan Senin (27/4/2026), harga emas spot naik 0,4% ke level US$4.726,62 per ons troi. Kenaikan ini terjadi setelah pekan lalu emas sempat terkoreksi 2,5% dan memutus tren penguatan selama empat pekan berturut-turut.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni relatif stabil di posisi US$4.742 per ons troi.
Baca Juga: Harga Emas Naik Tipis Pada Perdagangan Rabu (10/12/2025) Pagi
Sentimen utama yang mengangkat harga emas datang dari laporan bahwa Iran, melalui mediator Pakistan, mengajukan proposal baru kepada AS untuk mengakhiri konflik sekaligus membuka kembali Selat Hormuz.
Kabar ini memicu pelemahan dolar AS dan meningkatkan minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai.
Analis pasar keuangan senior Capital.com, Kyle Rodda, mengatakan arah harga emas dalam waktu dekat akan sangat ditentukan oleh perkembangan negosiasi antara AS dan Iran.
"Pasar saat ini menunggu apakah ada kemajuan dalam pembicaraan tersebut dalam beberapa hari ke depan, karena itu akan menjadi pendorong utama harga emas," ujarnya.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran dapat menghubungi pihaknya jika ingin bernegosiasi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama dua bulan. Namun, ia menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Baca Juga: Ketidakpastian Tinggi, Institusi Keuangan Global Sulit Prediksi Arah Bunga The Fed
Langkah Trump membatalkan kunjungan dua utusan AS ke Pakistan pada akhir pekan juga menjadi sinyal bahwa proses perdamaian masih menghadapi hambatan.
Ketidakpastian ini turut mendorong kenaikan harga minyak dunia, seiring terganggunya ekspor energi dari kawasan Timur Tengah. Kenaikan harga minyak berpotensi memicu inflasi karena meningkatnya biaya transportasi dan produksi.
Kondisi tersebut menciptakan dilema bagi emas. Di satu sisi, emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun di sisi lain, potensi kenaikan suku bunga akibat inflasi justru dapat menekan daya tarik emas karena investor beralih ke aset berbunga.
Pelaku pasar kini menanti keputusan suku bunga bank sentral AS (The Fed) yang akan diumumkan pada Rabu (29/4/2026). Sikap The Fed terhadap inflasi dan kebijakan moneter ke depan akan menjadi faktor penting yang menentukan arah harga emas selanjutnya.
Baca Juga: Menebak Arah Suku Bunga The Fed, Hawkish atau Dovish?
Selain emas, logam mulia lainnya juga bergerak variatif. Harga perak naik 1% ke US$76,45 per ons troi, platinum menguat 0,7% ke US$2.025,20, sementara paladium turun tipis 0,2% ke US$1.493,50 per ons troi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













