kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

Harga Emas Naik Tipis, Lonjakan Harga Energi Tekan Harapan Penurunan Suku Bunga


Senin, 30 Maret 2026 / 15:38 WIB
Harga Emas Naik Tipis, Lonjakan Harga Energi Tekan Harapan Penurunan Suku Bunga
ILUSTRASI. Harga Emas (REUTERS/Hiba Kola)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Harga emas global bergerak naik tipis pada perdagangan Senin (30/3/2026), ditopang aksi beli saat harga turun (dip-buying).

Namun, penguatan ini tertahan oleh lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi dan semakin meredupkan peluang pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat tahun ini.

Mengacu data hingga pukul 07.55 GMT, harga emas spot naik 0,8% ke level US$4.526,67 per ons troi, setelah sempat melemah 1% di awal sesi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April menguat 0,7% ke US$4.554 per ons.

Pergerakan harga emas dinilai masih akan fluktuatif dalam waktu dekat, seiring derasnya sentimen pasar global.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Stabil Kamis (30/100 Pagi: Brent ke US$64,89 dan WTI ke US$60,37

Kepala pasar institusional global ABC Refinery, Nicholas Frappell, menyebut pergerakan emas pekan lalu yang memutus tren penurunan tiga pekan mengindikasikan potensi pembalikan arah. “Namun, perlu konfirmasi lebih lanjut dari pergerakan harga pekan ini,” ujarnya.

Di sisi lain, lonjakan harga energi menjadi faktor penahan kenaikan emas. Harga minyak mentah Brent melonjak hingga di atas US$115 per barel setelah serangan kelompok Houthi Yaman ke Israel pada akhir pekan, yang memperluas konflik di kawasan.

Sepanjang Maret, harga Brent telah melesat sekitar 60%, menjadi kenaikan bulanan terbesar sepanjang sejarah.

Kenaikan harga energi ini meningkatkan tekanan inflasi global, yang pada akhirnya memperkecil ruang bagi bank sentral AS untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Pelaku pasar kini melihat peluang pemangkasan suku bunga tahun ini semakin kecil, berbanding terbalik dengan ekspektasi sebelumnya yang memperkirakan dua kali penurunan suku bunga sebelum konflik memanas.

Baca Juga: Harga Emas Naik Usai Data Ketenagakerjaan AS Memicu Harapan Pemangkasan Suku Bunga

Secara teori, inflasi tinggi biasanya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Namun, suku bunga yang tetap tinggi justru menjadi beban bagi emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.

Pasar kini menantikan pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell dalam acara di Harvard, serta komentar Presiden The Fed New York John Williams, yang diharapkan memberi petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.

Sepanjang bulan ini, harga emas tercatat telah merosot lebih dari 14%, menjadi penurunan bulanan terdalam sejak Oktober 2008.

Tekanan juga datang dari penguatan dolar AS yang naik lebih dari 2% sejak konflik AS-Israel dengan Iran pecah pada 28 Februari. Meski demikian, secara kuartalan emas masih mencatat kenaikan sekitar 5%.

Baca Juga: Harga Emas Naik, Data Ekonomi AS Diyakini Memperkuat Prospek Penurunan Suku Bunga

Frappell menegaskan pelemahan emas belakangan ini tidak lepas dari perubahan besar dalam ekspektasi suku bunga global yang turut mendorong penguatan dolar AS.

Sementara itu, logam mulia lainnya turut menguat. Harga perak spot naik 1,2% ke US$70,43 per ons, platinum melonjak 2,8% ke US$1.914,55, dan palladium menguat 3,4% ke US$1.423,77 per ons.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×