kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.911   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.193   74,07   1,21%
  • KOMPAS100 796   7,84   0,99%
  • LQ45 608   4,93   0,82%
  • ISSI 217   4,59   2,15%
  • IDX30 337   1,37   0,41%
  • IDXHIDIV20 431   1,76   0,41%
  • IDX80 91   0,94   1,05%
  • IDXV30 118   1,35   1,16%
  • IDXQ30 110   0,20   0,18%

Harga Emas Naik Saat Dolar dan Imbal Hasil US Treasury Melemah


Rabu, 07 Oktober 2026 / 05:33 WIB
Harga Emas Naik Saat Dolar dan Imbal Hasil US Treasury Melemah
ILUSTRASI. Harga emas kembali menguat saat dolar AS dan yield US Treasury melemah. Investor kini menanti sinyal kebijakan suku bunga The Fed. (Sven Simon/IMAGO via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas kembali menguat pada perdagangan Selasa (6/10/2026), ditopang pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil US Treasury.

Pergerakan ini terjadi ketika investor menanti risalah rapat Federal Reserve (The Fed) September untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga selanjutnya.

Harga emas spot naik 0,7% menjadi US$ 4.168,33 per ons troi pada pukul 14.12 EDT atau 18.12 GMT. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,7% ke US$4.187,10 per ons troi.

Baca Juga: Harga Emas Naik 1,1% ke US$ 4.373,87, Pasar Menanti Sinyal Suku Bunga The Fed

Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun setelah sehari sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Pada saat yang sama, indeks dolar AS melemah dari level tertinggi dalam satu tahun.

Kombinasi tersebut membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Emas juga mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan aset lindung nilai di tengah kekhawatiran terhadap pasar obligasi global.

"Permintaan aset safe haven untuk emas mulai terlihat," kata analis pasar American Gold Exchange Jim Wyckoff.

Tekanan terhadap pasar obligasi meningkat seiring kekhawatiran investor terhadap kenaikan utang pemerintah dan pelebaran defisit anggaran di sejumlah negara zona euro, terutama Prancis.

Kondisi tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dan meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan.

Selanjutnya, perhatian pasar tertuju pada risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) September yang akan dirilis Rabu (7/10/2026).

Baca Juga: Harga Emas Spot Ditutup Turun ke US$ 4.140,19 Per Ons Troi, Tertekan Penguatan Dolar

Risalah tersebut diharapkan memberikan gambaran lebih jelas mengenai pandangan pejabat The Fed terhadap arah suku bunga.

Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober juga mulai berkurang setelah pertumbuhan lapangan kerja AS pada September lebih lemah dari perkiraan.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga pada Oktober sebesar 22%, sedangkan peluang kenaikan pada Desember mencapai 84%.

Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi tekanan bagi emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi. Sebaliknya, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dapat meningkatkan daya tarik emas.

Di tengah katalis jangka pendek tersebut, prospek permintaan emas masih dinilai kuat. TD Securities menyebut pembelian exchange-traded fund (ETF) dan permintaan dari investor diskresioner masih memberikan dukungan terhadap harga emas.

Baca Juga: Rupiah Terpuruk 9 Bulan Beruntun, BI Mesti Waspadai Lonjakan Imbal Hasil US Treasury

TD Securities mempertahankan proyeksi harga emas dapat menembus US$ 5.000 per ons troi pada 2027.

Sementara itu, harga perak naik 0,8% menjadi US$61,56 per ons troi. Platinum turun 1% menjadi US$1.704,85 per ons troi, sedangkan palladium stagnan di US$1.172,80 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×