kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.809   33,00   0,20%
  • IDX 8.329   96,95   1,18%
  • KOMPAS100 1.162   22,43   1,97%
  • LQ45 832   18,58   2,29%
  • ISSI 299   3,07   1,04%
  • IDX30 431   9,38   2,23%
  • IDXHIDIV20 512   10,99   2,20%
  • IDX80 129   2,64   2,09%
  • IDXV30 139   2,22   1,63%
  • IDXQ30 139   3,63   2,67%

Bitcoin Turun di Bawah US$ 90.000 Usai The Fed Tahan Suku Bunga


Jumat, 30 Januari 2026 / 10:04 WIB
Bitcoin Turun di Bawah US$ 90.000 Usai The Fed Tahan Suku Bunga
ILUSTRASI. ilustrasi uang kripto (Dok/Shutterstock). Harga Bitcoin kembali anjlok setelah The Fed menahan suku bunga. Arus dana keluar ETF spot BTC capai US$147 juta. Ketahui mengapa koreksi terjadi.


Reporter: kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga bitcoin (BTC) kembali melemah pada Kamis (29/1/2026) dan turun ke bawah level US$90.000, menyusul keputusan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), yang menahan suku bunga acuan.

Dalam hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Januari 2026, The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%. Meski sesuai ekspektasi pasar, keputusan tersebut tetap memicu tekanan pada aset berisiko, termasuk kripto.

Tekanan terjadi sehari setelah bitcoin sempat diperdagangkan di atas US$90.000 pada Rabu (28/1/2026). 

Penguatan sebelumnya didorong pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan tidak khawatir terhadap pelemahan dolar AS. Namun, sentimen itu cepat memudar seiring meningkatnya kehati-hatian investor institusional.

Baca Juga: Melihat Potensi Arus Dana Asing Usai The Fed Pangkas Suku Bunga

Sikap tersebut tercermin dari arus dana keluar produk spot bitcoin exchange-traded fund (ETF) di AS yang mencapai US$147,37 juta. Kondisi ini mengindikasikan sebagian investor memilih mengurangi eksposur kripto di tengah kebijakan moneter yang belum berubah.

Vice President Indodax, Antony Kusuma

Wakil Presiden Indodax Antony Kusuma menilai pergerakan bitcoin saat ini merupakan respons pasar atas kebijakan yang sudah diantisipasi. 

“Keputusan The Fed sebenarnya sudah tercermin di pasar, tetapi belum memberi katalis baru,” ujarnya.

Menurut Antony, volatilitas jangka pendek pasca-FOMC merupakan pola yang lazim di pasar kripto. “FOMC sering menjadi momen evaluasi portofolio, dan harga mencerminkan penyesuaian atas informasi yang sudah dikonfirmasi,” tegasnya.

Di tengah tekanan jangka pendek, sentimen positif datang dari sisi adopsi institusional. Negara bagian South Dakota, AS, resmi mengajukan rancangan undang-undang pembentukan Bitcoin Reserve, dengan potensi alokasi hingga 10% dana kelolaan pemerintah negara bagian ke bitcoin.

Baca Juga: Pasar Keuangan Bersiap Hadapi Volatilitas Usai The Fed Turunkan Suku Bunga

Antony menilai langkah tersebut memperkuat fundamental bitcoin. “Adopsi di level pemerintah menunjukkan fundamental bitcoin terus berkembang, terlepas dari fluktuasi harga harian,” katanya.

Ia menambahkan, volatilitas kripto saat ini juga dipengaruhi dinamika geopolitik dan kebijakan moneter global, sehingga investor cenderung lebih selektif. “Investor perlu disiplin dan memahami risiko, misalnya dengan strategi bertahap seperti Dollar Cost Averaging untuk meredam fluktuasi,” tutup Antony.


Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/01/29/205216726/the-fed-tahan-suku-bunga-bitcoin-kembali-terkoreksi?page=all. 

Selanjutnya: Kirim Surat ke Paus, Presiden Taiwan: Perdamaian Sejati Tidak Dicapai dengan Paksaan

Menarik Dibaca: Nubia V80 Max: HP 1 Jutaan, Baterai 6000mAh Tahan Banting

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×