CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Harga emas dunia anjlok 1% setelah sentuh US$ 1.568, ini penyebabnya


Rabu, 22 Januari 2020 / 05:39 WIB
ILUSTRASI. Warga menunjukkan emas batangan 25 gram. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Pasar emas sebelumnya mendapat dukungan karena pasar saham global merosot akibat meningkatnya kekhawatiran tentang jenis baru virus corona di China.

Harga emas sudah naik lebih dari 6% sejak 6 Desember. Pada 8 Januari, emas menembus batas US$ 1.600 untuk pertama kalinya dalam hampir tujuh tahun terakhir karena meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca Juga: Sore hari, kilau emas makin memudar

"Struktur bullish dalam emas belum berubah. Untuk mengubah tren itu, harga emas harus menembus level di bawah US$ 1.450 dulu," kata Michael Matousek, kepala pedagang di US Global Investors. Matousek juga bilang, harga emas akan didukung oleh kebijakan Federal Reserve AS dalam menjaga suku bunga stabil.

Baca Juga: Kilau emas masih memancar jelang sore hari ini

Fokus investor saat ini cenderung beralih ke The Fed karena mereka akan bertemu untuk kebijakan suku bunga pertama tahun ini pada 28-29 Januari mendatang. Suku bunga yang lebih tinggi akan mengangkat biaya dalam memegang non-yield bullion.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×