kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Harga Emas Diproyeksi Bullish Tembus US$ 5.000, Ini Skenario Harga di Tahun 2026


Jumat, 14 Agustus 2026 / 15:59 WIB
Harga Emas Diproyeksi Bullish Tembus US$ 5.000, Ini Skenario Harga di Tahun 2026
ILUSTRASI. ETF Emas (Shutterstock/gopixa)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek harga emas dunia diproyeksikan tetap positif hingga akhir tahun 2026, ditopang oleh permintaan kuat bank sentral serta ekspektasi kebijakan moneter The Fed yang lebih longgar (dovish).

Berdasarkan data Trading Economics pada Jumat (14/8), harga emas (Gold) berada di level US$ 4.341,58 per ons troi, menguat 6,92% dalam sebulan terakhir kendati terkoreksi tipis 0,18% secara harian.

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin, menilai tren pergerakan emas (XAUUSD) hingga akhir 2026 masih cenderung bullish, meskipun kenaikannya tidak akan berjalan secara linear.

Baca Juga: Sinyal Koreksi Meningkat, Harga Emas Diproyeksikan ke US$ 4.220 per Ons Troi

Koreksi jangka pendek yang terjadi pasca reli dinilai wajar sebagai aksi ambil untung (profit taking) selama faktor fundamentalnya belum berubah.

"Permintaan struktural dari bank sentral emerging market, penurunan opportunity cost akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, serta fungsi emas sebagai safe haven terhadap risiko geopolitik masih menjadi penopang utama," ujar Nanang kepada Kontan, Jumat (14/8/2026). 

Dalam pandangannya, pergerakan harga emas akan sangat bergantung pada dinamika real yield Treasury, Indeks Dolar AS, inflasi, serta arah suku bunga acuan AS.

Apabila dolar AS membaik atau The Fed kembali bersikap hawkish, risiko koreksi sebesar 5% hingga 10% tetap perlu diantisipasi oleh pelaku pasar.

Di sisi lain, kehadiran instrumen ETF emas yang meluncur pada 10 Agustus 2026 diperkirakan makin memperluas akses pasar modal tanpa menggerus daya tarik emas fisik sebagai aset proteksi kekayaan jangka panjang (wealth preservation).

Untuk mengantisipasi volatilitas tersebut, Nanang merekomendasikan strategi pembelian secara bertahap dan melakukan rebalancing ketimbang membeli sekaligus (lump sum) setelah reli tajam.

Porsi alokasi emas yang ideal berada di kisaran 5% hingga 15% dari total portofolio, yang difungsikan sebagai penyeimbang (hedge) dan pelindung dari risiko ekstrem (tail risk).  

Baca Juga: Harga Emas Diproyeksikan Terbang ke US$ 6.000 hingga Akhir Tahun

Mengenai target harga akhir tahun 2026, Nanang menyusun beberapa skenario proyeksi. Skenario dasar (base case) memperkirakan emas bergerak di kisaran US$ 4.500 hingga US$ 5.000 per ons troi dengan titik tengah realistis di area US$ 4.700 hingga US$ 4.800 per ons troi.

Sementara itu, skenario bear case berada di US$ 4.000–US$ 4.300 apabila dolar AS menguat tajam, dan skenario bull case mampu menembus ke atas US$ 5.000 per ons troi jika geopolitik memburuk.

"Kisaran US$ 4.500 hingga US$ 5.000 per ons troi merupakan skenario dasar yang realistis untuk akhir 2026, di mana level US$ 5.000 menjadi skenario bullish yang masih sangat terbuka," tegas Nanang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×