kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45889,80   -6,05   -0.68%
  • EMAS1.327.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga CPO Mendekati Level RM 4.000 Per Ton, Berpeluang Naik Lagi?


Rabu, 12 Juli 2023 / 20:37 WIB
Harga CPO Mendekati Level RM 4.000 Per Ton, Berpeluang Naik Lagi?
ILUSTRASI. Harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) kembali naik mendekati level RM 4.000 per ton. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) kembali naik mendekati level RM 4.000 per ton. Berdasarkan data Bursa Derivatif Malaysia, harga CPO kontrak pengiriman September 2023 naik 39 poin ke level RM 3.928 per ton pada perdagangan Rabu (12/7).

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, minyak sawit berjangka Malaysia naik mendekati level tertinggi hampir empat bulan di RM 4.000 per ton yang dicapai pada 3 Juli 2023. Kenaikan ini terjadi di tengah lonjakan ekspor bulan Juli dan kenaikan inventaris Juni yang lebih lambat.

Berdasarkan surveyor kargo Amspec Agri dan Intertek Testing Services, ekspor dari Malaysia selama 1-10 Juli 2023 naik antara 18,7% dan 26,1%. Sementara itu, inventaris minyak sawit pada akhir Juni 2023 tumbuh 1,9% dari bulan sebelumnya ke level tertinggi dalam empat bulan sebesar 1,72 juta metrik ton. Angka ini jauh lebih kecil dibanding perkiraan industri yang naik 10,5%.

Baca Juga: Bursa CPO Segera Hadir di Indonesia, Diharapkan Bersifat Sukarela

Di sisi lain, produksi minyak sawit Malaysia pada Juni 2023 turun 4,6% menjadi 1,45 juta ton. Sementara itu, ekspornya melebihi perkiraan dengan kenaikan 8,6% menjadi 1,17 juta ton.

Menurut Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), ekspor minyak sawit Indonesia turun sebesar 19,2% pada bulan April 2203 dibandingkan bulan sebelumnya, Data menunjukkan ekspor minyak sawit Indonesia pada April mencapai 2,1 juta ton, turun dari 2,6 juta ton pada Maret 2023.

Ekspor April 2023 sebagian besar merupakan minyak sawit mentah (CPO) olahan yang mencapai 1,6 juta ton. Indonesia mengekspor 10,6 juta ton minyak sawit dalam empat bulan pertama 2023, turun dari 8,9 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

Gapki mengaitkan penurunan tersebut dengan penurunan harga CPO yang mencapai US$ 1.031/ton CIF Rotterdam di bulan Maret, tetapi turun menjadi US$ 1.025/ton sebulan kemudian.

Ke depannya, Sutopo melihat harga CPO masih memiliki prospek untuk menguat hingga RM 4.200 dan RM 4.400 apabila dalam waktu dekat harga bisa menembus RM 4.000 per ton. Hal ini dapat dipengaruhi oleh perubahan musim.

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengumumkan transisi resmi dari La Niña ke El Niño,yang menunjukkan suhu permukaan laut yang lebih hangat daripada rata-rata di Samudera Pasifik khatulistiwa. "Akan tetapi, jika ini tidak terbukti dan hasil panen kembali menguat, maka harga bisa kembali turun apabila tidak disertai oleh pertumbuhan permintaan," tutur Sutopo saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (12/7).

Perubahan pola iklim ini memiliki implikasi yang signifikan untuk wilayah pertanian di seluruh dunia. Pengaruhnya akan bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

"Di Asia Tenggara, khususnya di Malaysia dan Indonesia, El Niño dapat merusak pertanian secara serius karena pemanasan perairan Pasifik mengganggu frekuensi curah hujan. Hal ini menyebabkan kondisi kekeringan yang parah," kata Sutopo.

Oleh sebab itu, harga CPO dapat menurun jika pertumbuhan permintaan tidak meningkat. Harga RM 4.000 sebagai level psikis dapat menjadi ambang batas tren naik sehingga penurunan dapat kembali ke kisaran harga RM 3.500 per ton.

Bernada serupa, Analis Mata Uang dan Komoditas Lukman Leong menilai, sulit bagi CPO untuk melewati harga RM 4.000 per ton. Pasalnya, harga sekarang kurang lebih sudah priced in efek El Nino.

Baca Juga: Harga CPO Fluktuatif, Cek Rekomendasi Saham Emiten CPO

Ia melihat harga CPO berpotensi kembali terkoreksi karena prospek permintaan yang masih suram di tengah ekspektasi perlambatan ekonomi global. "Harga CPO di semester 2 2203 diperkirakan akan berkisar di RM 3.400-RM 3.600," kata Lukman.

Lebih lanjut, fenomena alam El Nino bukan hanya berperan besar menaikkan harga CPO, namun juga produk sejenis seperti minyak kedelai. Faktor lain kenaikan harga CPO berasal dari mata uang Ringgit yang melemah cukup besar beberapa bulan terakhir.

Hingga akhir tahun 2023, Lukman memprediksi harga CPO akan berada di kisaran RM 3.500 per ton. Pasalnya, permintaan dari China dan India masih lemah.

Perlambatan ekonomi di China dan ekspektasi suku bunga bank sentral dunia yang masih tinggi juga menjadi sentimen negatif. Ditambah lagi, Uni Eropa terus menerus mengekang impor CPO dalam usaha menghilangkan sama sekali kebutuhan CPO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×