kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga CPO kembali memanas


Rabu, 04 Desember 2013 / 14:46 WIB
ILUSTRASI. Ringworm adalah penyakit kulit pada kucing yang bisa menular ke manusia dan hewan lainnya.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

KAUA LUMPUR. Harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) naik untuk pertama kalinya naik dalam empat hari terakhir. Kenaikan harga CPO terjadi setelah naiknya harga minyak mentah ke level tertinggi dalam sebulan.

Selain itu, kenaikan harga CPO menyusul meningkatkan permintaan untuk kebutuhan biodiesel di dalam negeri Indonesia, produsen CPO terbesar dunia. Harga CPO pengiriman Februari naik 0,7% menjadi 2.635 ringgit (setara US$ 819) per metrik ton, di Bursa Malaysia Derivatives.

Harga CPO sampai dengan penutupan perdagangan siang  di Kuala Lumpur diperdagangkan pada posisi 2.629 ringgit. Harga CPO berjangka naik 7,8%. Perlu diketahui, CPO tak hanya digunakan untuk kebutuhan minyak goreng saja, melainkan juga untuk kebutuhan rumah tangga.

Produksi CPO Indonesia , diproyeksikan turun 500.000 ton menjadi 27,5 juta ton tahun ini.  "Harga naik lebih tinggi karena ada peningkatan penggunaan CPO untuk biodiesel," kata Ivy Ng, analis CIMB Investment Bank Bhd.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,4% persen menjadi $ US97,39 per barel , level tertinggi sejak 30 Oktober. Ia bilang, penurunan harga terjadi karena naiknya harga kedelai.  Minyak kedelai pengiriman Januari naik 0,3% menjadi 40,21 sen per pon di Chicago Board of Trade . 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×