kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Bitcoin Hari Ini (31/5) Terkoreksi, Diprediksi Bullish pada Awal Juni


Rabu, 31 Mei 2023 / 10:15 WIB
Harga Bitcoin Hari Ini (31/5) Terkoreksi, Diprediksi Bullish pada Awal Juni
ILUSTRASI. Harga Bitcoin Hari Ini (31/5) Terkoreksi, Diprediksi Bullish pada Awal Juni


Reporter: Adi Wikanto, Akmalal Hamdhi | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Bitcoin (BTC) dan uang kripto lain seperti Ethereum, Dogecoin dll pada perdagangan hari ini Rabu 31 Mei 2023 terkoreksi. Namun para analis melihat prospek cerah terhadap harga Bitcoin mulai awal Juni 2023.

Harga Bitcoin pada perdagangan Rabu 31 Mei 2023 jam 10.09 WIB berada di level US$ 27.617,87, turun 0,61% dalam 24 terakhir.

Senasib, harga uang kripto lain Ethereum juga turun 0,25% ke level US$ 1,894.25. Begitu juga dengan Dogecoin, turun 1,29% ke level US$ 0,07217

Meski harga Bitcoin hari ini turun, analis melihat tren menguat (bullish) di awal Juni 2023. Berbagai sentimen mempengaruhi pergerakan BTC di antaranya kesepakatan mengenai plafon utang Amerika Serikat (AS).

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Panji Yudha memaparkan, Bitcoin merespon positif kesepakatan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Bidan dan Ketua Parlemen AS, Kevin McCarthy untuk menaikkan plafon utang pemerintah AS yang berlangsung pada Sabtu malam (27/5).

Bitcoin berhasil keluar dari zona merah, dan naik dari US$ 26.560 sejak Sabtu malam hingga mencapai US$ 28.425 di hari Senin (29/5) menguat sekitar 7,00%.

Pada Selasa (26/5) pagi, Bitcoin (BTC) turun 1,33% bergerak di kisaran US$ 27.719 dengan Total Market Cap pasar Aset Kripto juga melemah sebesar 1,57% menjadi US$ 1.15 triliun.

Baca Juga: Jumbo, Pembayaran Dividen Saham TLKM Semakin Besar, Cek Jadwal Pembayarannya

Melemahnya BTC dalam 24 jam terakhir disebabkan oleh aksi profit taking jangka pendek oleh investor. Namun, Bitcoin masih bergerak menguat sebesar 3,41% dalam 7 hari terakhir.

Panji mengamati, lonjakan harga pada sejumlah aset kripto mulai terjadi tepat setelah kesepakatan pemerintah dan parlemen AS yang terdiri dari kenaikan batas utang selama dua tahun ke depan dan membatasi pengeluaran Pemerintah.

Beberapa pembatasan yang dilakukan adalah menarik kembali dana Covid-19 yang tidak terpakai, mempercepat proses perizinan untuk beberapa proyek energi, dan memasukkan beberapa persyaratan kerja tambahan untuk program bantuan makanan bagi warga AS yang kurang mampu.

Kesepakatan tersebut tinggal menunggu pengesahan dari Parlemen dan Senat AS dalam beberapa waktu ke depan dan mampu meredakan kekhawatiran publik dan menghindarkan Amerika Serikat dari gagal bayar atau default.

Panji mengatakan, kesepakatan ini mendapatkan respons positif bagi investor aset kripto. Keputusan Pemerintah AS untuk terus menaikkan plafon utang akan membuat nilai dollar AS terdevaluasi.

“Di sisi lain, berpotensi membuat harga Bitcoin bergerak positif karena sejak beberapa tahun terakhir korelasi pergerakan harga dollar AS dengan Bitcoin bergerak saling berlawanan,” kata Panji Yudha dalam siaran pers, Selasa (30/5).

Selain itu, sentimen positif aset kripto juga datang dari Hong Kong yang telah mengumumkan investor ritel akan dapat memperdagangkan aset kripto mulai pada 1 Juni 2023. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjadikan Hong Kong sebagai pusat aset digital.

Keputusan Hong Kong tersebut merupakan sinyal positif untuk pertumbuhan aset kripto di Asia ketika wilayah lain masih mengalami ketidakpastian antara industri dan regulator. Keputusan regulator Hong Kong akan memicu potensi aliran dana yang besar ke dalam industri aset kripto dan dapat memicu kenaikan pasar aset kripto.

Walau begitu, Panji menghimbau investor aset kripto tetap waspada terhadap rilis data-data ekonomi Amerika Serikat di Juni, khususnya data Inflasi AS dan FOMC terkait perubahan suku bunga acuan yang dirilis pada 13- 14 Juni.

“Jika The Fed tidak menaikkan suku bunga, kemungkinan besar pasar kripto akan bereaksi positif,” ungkap Panji.

Baca Juga: Transaksi Tether Merosot Dalam 24 Jam Terakhir, Begini Prospeknya

Berikut Analisis Teknikal Bitcoin & Ethereum Pekan ini

·BTC/USDT
Support: US$ 26.600
Resistance: US$ 27.800

BTC bergerak di kisaran US$27.719 pada Selasa (30/5) pagi 08:00 WIB. BTC melemah setelah 4 hari terakhir menguat. Kemarin, BTC belum berhasil breakout di area resistance trendline. Selanjutnya, BTC berpotensi akan kembali menguat jika berhasil rebound di area dynamic support MA-20 yang berada di kisaran US$27.000. Indikator stochastic menguat bergerak di bawah area jenuh beli (overbought) dan MACD histogram bar dalam momentum bullish.

·ETH/USDT
Support : US$1.870
Resistance : US$2.000

Secara teknikal, Selasa (30/5) pagi 08:00 WIB, ETH bergerak di kisaran US$1.892. ETH bergerak bullish setelah pekan lalu berhasil rebound dynamic support MA-100 dan saat ini ETH juga telah berhasil breakout area descending trendline. Selanjutnya, ETH berpotensi akan lanjut menguat menuju level psikologis resistance di US$2.000 jika mampu bertahan di atas US$1.870. Indikator Stochastic menguat di area centreline dan MACD histogram memasuki momentum bullish.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×