Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengetatan impor batubara oleh beberapa negara di tengah pandemi Covid-19 membuat harga batubara turun hingga sentuh rekor terendahnya.
Mengutip Bloomberg, harga batubara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Oktober, Kamis (20/8), menurun 1,94% ke US$ 50,50 per metrik ton. Harga tersebut merupakan harga terendah sejak November 2016.
Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan penurunan harga batubara terjadi karena pemintaan batubara menurun. Semenjak pandemi Covid-19 menyerang, China dan India sebagai negara pengimpor batubara terbesar jadi cenderung mengetatkan impor mereka.
Baca Juga: Simak rekomendasi teknikal saham MBAP, TLKM, dan BBCA untuk perdagangan Senin (24/8)
Pandemi yang berujung lockdown juga membuat cadangan batubara kedua negara tersebut masih melimpah sehingga kebutuhan impor batubara menurun.
Selain itu, kedua negara tersebut juga masih khawatir dan mengetatkan impor batubara agar risiko penyebaran virus menurun dari kapal tongkang yang mengangkut batubara.
"Pandemi masih terus menyebar ketakutan adanya kapal tongkak batubara yang masuk ke pelabuhan membuat kegiatan impor batubara menurun," kata Ibrahim, Jumat (21/8).
Baca Juga: Terendah sejak 2016, harga batubara terbebani permintaan yang melemah
Sentimen lain yang membuat impor batubara menurun adalah biaya transportasi kapal tongkang batubara yang meningkat di tengah pandemi dan menambah beban negara pengimpor batubara.
Di sisi lain, tren penurunan harga minyak mentah dunia yang terpengaruh konflik perang dagang AS dan China juga ikut menyeret harga batubara menurun.
Belum lagi, ancaman resesi juga menambah sentimen negatif bagi harga batubara.
Baca Juga: Sebanyak 13 emiten bakal bagi-bagi dividen, berikut prospeknya menurut analis
Sementara, kelebihan pasokan batubara juga menghantui pasar batubara. Ibrahim mengatakan kelebihan pasokan batubara di dalam negeri membuat perusahaan batubara mengalihkan pasokan ekspor ke pembangkit tenaga listrik dalam negeri.
Dari banyaknya sentimen negatif yang menyelimuti batubara, Ibrahim memproyeksikan pergerakan harga batubara masih cenderung melemah selama pandemi belum selesai.
"Harga batubara masih akan melemah, kapan naiknya, ya kalau virus selesai atau vaksin berhasil disebarluaskan," kata Ibrahim.
Untuk sepekan ke depan Ibrahim memproyeksikan harga batubara berada di rentang US$ 49 per metrik ton-US$ 51 per metrik ton.
Sementara, proyeksi harga batubara di kuartal III berada di rentang US$ 46 per metrik ton-US$ 52 per metrik ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













