Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
Sementara PTBA dan ITMG masih diberi rekomendasi hold, masing-masing dengan target harga Rp 2.300 dan Rp 23.700 per saham.
Rekomendasi selektif ini sejalan dengan sejumlah katalis harga batubara. Tim Riset UBS Global melihat permintaan berpotensi meningkat akibat musim panas dan harga gas yang tinggi di tengah konflik Timur Tengah.
Risiko gangguan pasokan juga muncul dari pengawasan keselamatan tambang di China, kebijakan pemerintah Indonesia, kelangkaan diesel di Rusia hingga faktor cuaca.
Baca Juga: Saham AADI Turun Usai Cetak ATH, Prospek Batubara dan Divestasi Kestrel Jadi Katalis
Di dalam negeri, gangguan logistik akibat rendahnya ketinggian air Sungai Barito juga berpotensi menahan pasokan batubara karena menghambat aktivitas pengangkutan menggunakan kapal tongkang.
Meski demikian, emiten tetap perlu mengantisipasi potensi normalisasi harga batubara. Dengan perkiraan harga yang menurun dalam beberapa tahun ke depan, kemampuan menjaga biaya produksi menjadi kunci.
Dalam konteks ini, AADI menjadi pilihan trading CGS Sekuritas, sementara PTBA dan ITMG dinilai lebih tepat untuk ditahan sambil mencermati perkembangan harga batubara dan biaya operasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














