kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Harga Bahan Baku Naik, Simak Rekomendasi Saham Kalbe Farma (KLBF)


Jumat, 17 Juni 2022 / 06:05 WIB
Harga Bahan Baku Naik, Simak Rekomendasi Saham Kalbe Farma (KLBF)


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -   JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) harus bersiap menghadapi kenaikan harga bahan baku. Maklum, emiten farmasi ini masih mengandalkan impor untuk kebutuhan bahan baku produk mereka. 

Alhasil, KLBF akan dihadapkan pada posisi sulit ketika harga-harga menjadi naik seiring dengan pelemahan rupiah di tengah kenaikan suku bunga Amerika Serikat.

Menurut analis Kanaka Hita Solvera Andika Cipta Labora, kenaikan harga bahan baku akan menjadi sentimen negatif untuk KLBF ke depan. Pasalnya, hal tersebut bisa memicu kenaikan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang pada akhirnya berpotensi menurunkan margin keuntungan perusahaan.

“Dengan sentimen tersebut, kinerja KLBF pada sisa tahun ini akan cenderung stagnan karena adanya kenaikan harga bahan baku tadi,” kata Andika ketika dihubungi Kontan.co.id, Kamis (16/6). 

Adapun, KLBF pada kuartal I-2022 berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 7 triliun atau naik 16,6% secara year on year. Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp 835 miliar atau naik 16,5% secara yoy.

Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) Perbesar Potensi Pendapatan dari Pasar Ekspor

Sementara itu, analis Ciptadana Sekuritas, Robert Sebastian, dalam risetnya pada 10 Mei menyebut, perolehan top line maupun bottom line emiten farmasi tersebut sudah inline dengan proyeksinya karena sudah memenuhi 23,5% dari perkiraan. 

Sepanjang kuartal I-2022, Robert menyoroti margin penjualan beberapa segmen bisnis mengalami penurunan. Menurutnya, hal ini salah satunya disebabkan oleh naiknya harga bahan baku dan biaya logistik global yang lebih mahal imbas dari adanya disrupsi pada sisi supply akibat perang antara Rusia dan Ukraina. 

Dengan perang yang masih berlanjut, dia melihat bisa ke depan risiko akan disrupsi pada rantai pasokan semakin meningkat. Namun, untungnya KLBF telah memitigasi risiko tersebut dengan meningkatkan cadangan pasokan bahan baku sejak akhir 2021 kemarin, Hal ini bisa dilihat dari inventory days milik KLBF pada akhir 2021 yang naik menjadi 124 hari dibanding 102 hari pada 2020. 

 

 

“Sementara pada kuartal I-2022, inventory level milik KLBF mencapai Rp 5,6 triliun, dibanding Rp 5,1 triliun pada kuartal I-2021. Oleh sebab itu, kami melihat KLBF masih bisa mengatasi permasalahan supply global tersebut,” ujarnya. 

Pada tahun ini, Robert memproyeksikan KLBF bisa membukukan pendapatan hingga Rp 29,43 triliun atau naik 12,07% dari realisasi tahun 2021. Sementara untuk laba bersihnya diperkirakan sebesar Rp 3,55 triliun atau tumbuh 11,64% dari perolehan tahun lalu. 

Baca Juga: Bentuk Perusahaan Patungan, Ini Rencana Kalbe Farma (KLBF) Selanjutnya

Dalam jangka pendek, Andika menilai adanya aksi rencana buyback yang dilakukan oleh KLBF bisa menjadi katalis positif yang bisa menaikan harga saham.

Sementara secara jangka panjang, KLBF diuntungkan oleh adanya adanya Kerjasama KLBF joint venture (JV)  melalui anak usahanya, Kalbe International Pte. Ltd. (Kalbe International), dengan perusahaan Filipina Ecossential Food Corp. 

“Keduanya telah sepakat membentuk perusahaan JV Kalbe Ecossential International Inc yang nantinya fokus pada pemasaran produk-produk Kalbe non-obat resep untuk pasar Filipina. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan KLBF untuk jangka panjang,” imbuh Andika.

Saat ini, Andika merekomendasikan buy on weakness untuk saham KLBF dengan target penguatan ke Rp 1.750. Sementara Robert juga merekomendasikan beli untuk saham KLBF dengan target harga Rp 1.990 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×