kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Harga aluminium berpotensi naik hingga awal 2018


Senin, 27 November 2017 / 21:46 WIB


Reporter: Dimas Andi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren bullish harga aluminium masih berpotensi terjadi pada awal tahun 2018. Sejumlah sentimen pun diprediksi akan mendorong kenaikan harga komoditas logam ini.

Andri Saputra, Analis Asia Tradepoint Futures menilai, data industri dan ekonomi China akan berpengaruh terhadap pergerakan harga aluminium dalam beberapa waktu ke depan. "Data sektor industri China bulan lalu saja menggambarkan adanya perlambatan," kata Andri.

Sentimen lainnya berasal dari proyeksi Societe Generale (SocGen) yang menyatakan akan ada tambahan defisit 5% pada produksi logam China. Hal ini imbas dari pengetatan persyaratan dampak lingkungan yang membuat banyaknya penutupan smelter di China.

Potensi pelemahan dollar AS sebagai akibat pergantian gubernur Federal Reserve juga menjadi katalis positif kenaikan harga aluminium di awal tahun depan. "Jerome Powell merupakan sosok yang dovish sehingga bisa mendorong kenaikan harga komoditas jika dollar AS tidak menguat," ungkap Andri.

Jumat (24/11), harga aluminium kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) berada di level US$ 2.132 per metrik ton. Angka ini naik 1,33% dari pekan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×