kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.792   97,05   1,70%
  • KOMPAS100 753   17,38   2,36%
  • LQ45 571   13,81   2,48%
  • ISSI 200   1,97   0,99%
  • IDX30 323   7,68   2,43%
  • IDXHIDIV20 397   8,26   2,12%
  • IDX80 85   1,98   2,38%
  • IDXV30 108   1,58   1,49%
  • IDXQ30 104   2,04   2,00%

Gunung Raja Paksi (GGRP) merugi US$ 12,53 juta di tahun 2019


Kamis, 07 Mei 2020 / 19:31 WIB
ILUSTRASI. Gunung Raja Paksi (GGRP) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia, saham pembukaan Rp 920 per saham. Gunung Raja Paksi (GGRP) hanya membukukan pendapatan bersih senilai US$ 823,50 juta tahun lalu, turun 5%.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) mencatatkan kinerja yang kurang prima sepanjang tahun 2019. Tahun lalu, emiten produsen baja ini membukukan kerugian hingga US$ 12,53 juta. Padahal, pada akhir 2018 GGRP masih membukukan laba bersih hingga US$ 18,98 juta.

Turunnya laba bersih disebabkan oleh turunnya pendapatan bersih. GGRP hanya membukukan pendapatan bersih senilai US$ 823,50 juta tahun lalu, turun 5% secara tahunan atau secara year-on-year (yoy).

Penjualan baja lembaran dan turunannya masih menjadi kontributor utama yakni senilai US$ 480,43 juta. Sementara sisanya merupakan penjualan baja batangan dan turunannya sebanyak US$ 343,07 juta. Adapun penjualan yang dilakukan dengan jumlah pendapatan kumulatif melebihi 10% dari penjualan neto yaitu kepada PT Intisumber Bajasakti yakni sebesar 13,95% dari pendapatan total.

Baca Juga: Gunung Raja Paksi (GGRP) menandatangani kontrak kerja sama senilai US$ 10,46 juta

Sementara itu, beban pokok penjualan juga turun 4,5% menjadi US$ 782,78 juta seiring dengan turunnya pendapatan. Namun, beban penjualan serta beban umum dan administrasi tercatat naik masing-masing menjadi US$ 13,57 juta dan US$ 30,80 juta.

Kinerja GGRP diperberat dengan adanya beban lainnya (neto) senilai US$ 8,66 juta. Salah satu penyebabnya adalah membengkaknya kerugian akibat selisih kurs sebesar US$ 9,54 juta. Padahal, akhir 2018 GGRP masih menerima laba dari selisih kurs senilai US$ 23,88 juta.

“Rugi selisih kurs terutama berasal dari pinjaman dana dan utang atas pembelian aset tetap dari PT Gunung Garuda (GRD), pihak berelasi, sebesar US$ 2,60 juta, liabilitas imbalan kerja sebesar US$1,32 juta, obligasi wajib konversi sebesar US$ 2,64, sedangkan sisanya berasal dari kegiatan operasi perusahaan,” tulis manajemen Gunung Raja Paksi dalam laporan keuangan akhir tahun 2019.

Baca Juga: Gunung Raja Paksi (GGRP) Angkat Dua Direktur dari Perusahaan Baja Terbesar China

Per Desember 2019, jumlah aset GGRP mencapai US$ 1.07 miliar. Jumlah ini terdiri atas liabilitas senilai US$ 377,39 juta dan ekuitas senilai US$ 691,74 juta. Pada perdagangan Rabu (5/5), saham GGRP ditutup melemah 6,71% ke level Rp 278 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×