kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.166   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.098   -184,26   -3,49%
  • KOMPAS100 656   -29,76   -4,34%
  • LQ45 515   -24,19   -4,48%
  • ISSI 171   -5,38   -3,04%
  • IDX30 289   -13,61   -4,49%
  • IDXHIDIV20 388   -17,40   -4,29%
  • IDX80 76   -3,38   -4,28%
  • IDXV30 108   -4,36   -3,89%
  • IDXQ30 98   -4,24   -4,16%

Laba AKRA Berpotensi Tumbuh 20% pada 2026, Ini Prospek dan Tantangannya


Kamis, 29 Oktober 2026 / 18:23 WIB
Laba AKRA Berpotensi Tumbuh 20% pada 2026, Ini Prospek dan Tantangannya
ILUSTRASI. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) (Dok/AKRA)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) berpeluang mempertahankan pertumbuhan kinerja hingga akhir 2026. Penguatan bisnis kawasan industri JIIPE dan pemulihan segmen perdagangan serta distribusi menjadi penopang utama yang membuka peluang pertumbuhan laba bersih hingga 20% secara tahunan.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, capaian laba bersih sekitar Rp 2,2 triliun pada sembilan bulan pertama 2026 memberikan landasan yang kuat bagi AKRA untuk mengerek laba bersih tumbuh di kisaran 15% hingga 20% secara tahunan.

Pencapaian target tersebut sangat bergantung pada keberlanjutan pemulihan margin kotor di segmen perdagangan dan distribusi serta kelancaran realisasi pendapatan dari kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE).

Selain itu, tingginya aktivitas industri dan pertumbuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di sektor pertambangan menjadi katalis positif yang berpotensi menopang profitabilitas perseroan.

Baca Juga: APLN Cetak Laba Rp 216,39 Miliar, Berbalik dari Rugi pada Kuartal III-2026

Penjualan lahan industri seluas 35 hektare pada kuartal III-2026 turut menjadi sentimen krusial yang memperkuat postur pendapatan perusahaan.

Lebih lanjut, momentum peningkatan realisasi investasi manufaktur dan aktivitas hilirisasi akan membuka jalan bagi perseroan untuk mencetak fundamental yang berkesinambungan.

"JIIPE berpotensi menjadi sumber pertumbuhan jangka panjang melalui penjualan lahan, pengembangan infrastruktur, dan layanan kawasan industri," jelas Nafan kepada Kontan, Kamis (29/10/2026).

Meski memiliki prospek pertumbuhan yang positif, AKRA tetap menghadapi sejumlah tantangan yang perlu dicermati. Kenaikan biaya pengadaan dan logistik berpotensi menekan profitabilitas apabila manajemen tidak melakukan penyesuaian harga jual serta menjaga efisiensi operasional di tengah volatilitas komoditas energi.

Di samping itu, dinamika regulasi di sektor energi nasional juga menjadi faktor risiko yang perlu diantisipasi oleh perseroan.

"Perubahan kebijakan biodiesel, termasuk implementasi B50, perlu dicermati karena dapat memengaruhi bauran produk dan volume distribusi BBM perusahaan," kata Nafan.

Dari perspektif investasi, kombinasi bisnis distribusi energi yang telah mapan dan potensi pengembangan kawasan industri JIIPE membuat saham AKRA menarik untuk dicermati investor.

Kendati demikian, Nafan mengingatkan bahwa kontribusi penjualan lahan industri cenderung bersifat tidak merata antarperiode. Kondisi tersebut membuat kinerja pendapatan dan laba perseroan berpotensi mengalami fluktuasi.

Baca Juga: Bitcoin Sulit Bangkit, Ini Proyeksi dan Strategi Investasi hingga Akhir 2026

Karena itu, investor perlu menerapkan disiplin alokasi modal dengan mempertimbangkan ketidakpastian pasar. Keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada potensi pertumbuhan laba, tetapi juga memperhatikan margin keamanan valuasi melalui indikator price-to-earnings ratio (PER) dan price-to-book value (PBV).

Selain valuasi, kelancaran arus kas operasional serta kepastian prospek pembagian dividen juga menjadi metrik penting untuk meminimalkan risiko investasi.

Dengan mempertimbangkan prospek pertumbuhan fundamental dan margin keamanan valuasi, Nafan menyarankan investor menerapkan strategi akumulasi saham AKRA secara bertahap.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Analis CGS International Sekuritas Bob Setiadi merekomendasikan add untuk saham AKRA dengan target harga Rp 1.620 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×