kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Genjot Kinerja, Bima Sakti Pertiwi (PAMG) Siapkan Capex Rp 20 Miliar Tahun Ini


Jumat, 24 April 2026 / 18:18 WIB
Genjot Kinerja, Bima Sakti Pertiwi (PAMG) Siapkan Capex Rp 20 Miliar Tahun Ini
ILUSTRASI. PT Bima Sakti Pertiwi (PAMG) mematok target laba bersih Rp 1,47 miliar di 2026, lebih tinggi dari 2025. (Dok/PAMG)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten properti pengelola Mal Pekanbaru, PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG), membidik pendapatan sebesar Rp 49,32 miliar pada 2026. Sementara, laba bersih ditargetkan mencapai Rp 1,47 miliar.

Menilik kinerja tahun buku 2025, PAMG membukukan pendapatan sebesar Rp 49,84 miliar. Dari sisi bottom line, laba tahun berjalan PAMG mencapai Rp 877,91 juta.

Direktur Bima Sakti Pertiwi Leonardus Sutarman menjelaskan pertumbuhan kinerja di tahun ini akan ditopang oleh lini usaha utama berupa sewa ruang, penyelenggaraan pameran, serta pengelolaan gedung.

“Target tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang masih fluktuatif, diiringi strategi efisiensi operasional dan optimalisasi aset eksisting,” katanya dalam paparan publik secara virtual, Jumat (24/4/2026).

Baca Juga: Emas Makin Dilirik Jadi Instrumen Strategis Dana Haji di Tengah Ketidakpastian Global

Dari sisi operasional, PAMG memperkirakan jumlah kunjungan mencapai 3 juta pengunjung sepanjang 2026. Ini mengalami penyesuaian seiring adanya renovasi dan revitalisasi mal.

Untuk mendukung transformasi tersebut, PAMG mengalokasikan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar Rp 20,5 miliar pada 2026. Leonardus menjelaskan dana akan difokuskan pada revitalisasi dan modernisasi gedung.

“Serta peningkatan fasilitas pengunjung dan penyesuaian konsep mal agar lebih relevan dengan tren pasar. Sumber pendanaan berasal dari arus kas operasional dan dukungan pemegang saham,” ucapnya.

 

Leonardus menyebut prospek bisnis pusat perbelanjaan pada 2026 tetap tumbuh positif meskipun moderat, didorong oleh konsumsi domestik yang masih menjadi penopang utama sektor ritel.

PAMG menargetkan masuknya tenant-tenant strategis, termasuk brand nasional berskala besar, setelah revitalisasi rampung. Kehadiran tenant baru diharapkan mampu meningkatkan daya tarik mal sekaligus mendorong trafik pengunjung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×