kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Genjot Eksplorasi dan Efisiensi, NICL Targetkan Jual 2,6 Juta Ton Nikel pada 2026


Senin, 04 Mei 2026 / 16:54 WIB
Diperbarui Senin, 04 Mei 2026 / 20:29 WIB
Genjot Eksplorasi dan Efisiensi, NICL Targetkan Jual 2,6 Juta Ton Nikel pada 2026
ILUSTRASI. Pertambangan nikel PT PAM Mineral Tbk (NICL). (Dok/NICL)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PAM Mineral Tbk (NICL) menargetkan volume produksi dan penjualan nikel mencapai 2,6 juta ton di sepanjang 2026. Target itu bakal ditopang oleh eksplorasi dan efisiensi. 

Direktur Utama PAM Mineral Ruddy Tjanaka menjelaskan NICL akan melanjutkan kegiatan eksplorasi melalui pengeboran untuk mengembangkan sumber daya dan menambah cadangan.

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menjamin kesinambungan operasi serta peningkatan nilai ekonomi sumber daya yang dimiliki,” jelasnya dalam paparan publik secara virtual, Senin (4/5/2026). 

Baca Juga: RMK Energy (RMKE) Tuntaskan Buyback Saham Tanpa RUPS

Saat ini, NICL mengoperasikan dua tambang utama, yakni di wilayah konsesi PAM Mineral dengan cadangan sekitar 8,25 juta ton serta tambang milik entitas anak PT Indrabakti Mustika (IBM) dengan cadangan mencapai 31,92 juta ton.

Izin Usaha Pertambangan (IUP) PAM Mineral berlokasi di Desa Buleleng, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Sementara itu, tambang IBM berada di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Pada 2025, NICL mencatatkan volume produksi dan penjualan sebesar 2,56 juta wet metric ton (WMT). Dus, NICL meraup pendapatan Rp 1,47 triliun atau naik 2,12% secara tahunan. 

Sejalan dengan itu, laba bersih NICL melonjak 8,27% secara tahunan menjadi Rp 345,14 miliar pada 2025. Ruddy bilang kinerja di 2025 mencerminkan peningkatan efisiensi operasional serta penguatan tata kelola NICL.

"Untuk 2026, kami menargetkan tingkat produksi dan penjualan mencapai 2,60 juta WMT. Kadar bijih nikel yang diproduksi berada di kisaran 1,3% hingga 1,65% Ni," kata Ruddy. 

Baca Juga: IHSG Menguat 0,22% ke 6.971 pada Senin (5/4/2026), AMRT, MAPI, JPFA Top Gainers LQ45

Dalam jangka panjang, kata Ruddy, NICL juga menyiapkan eksplorasi berkelanjutan hingga 2035 sambil mengembangkan sistem digital terintegrasi berbasis data untuk meningkatkan efisiensi di seluruh lini bisnis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×