kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.113   81,41   1,01%
  • KOMPAS100 1.143   10,78   0,95%
  • LQ45 827   6,17   0,75%
  • ISSI 288   3,89   1,37%
  • IDX30 430   3,27   0,77%
  • IDXHIDIV20 517   3,70   0,72%
  • IDX80 128   1,26   1,00%
  • IDXV30 141   1,87   1,34%
  • IDXQ30 140   0,91   0,65%

Gas Alam Anjlok, Pergerakan Harga Energi Berbeda Arah


Senin, 09 Februari 2026 / 17:54 WIB
Gas Alam Anjlok, Pergerakan Harga Energi Berbeda Arah
ILUSTRASI. Penurunan tajam gas alam dipicu anomali cuaca dan pasokan melimpah.(KONTAN/Daniel Prabowo)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan harga komoditas energi menunjukkan perbedaan arah harga sepanjang awal 2026. 

Melansir Trading Economics pukul 17.20 WIB, harga gas alam berada di level US$ 3,1 per MMBtu atau menurun 7% secara harian dan 13,8% Ytd. Padahal pada 27 Januari 2026, harga gas alam sempat mencapai level US$ 7 per MMBtu 

Analis Komoditas dan Founder Traderindo.com Wahyu Laksono menjelaskan, penurunan tajam harga gas alam dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor fundamental. 

Salah satunya adalah anomali cuaca, di mana musim dingin di belahan bumi utara berlangsung lebih ringan dari perkiraan. Kondisi tersebut membuat konsumsi pemanas ruangan jauh di bawah ekspektasi pasar.

Baca Juga: Minta Restu RUPSLB, Wira Global Solusi (WGSH) Berencana Bagikan Saham Bonus

“Dampaknya, level inventaris gas alam tetap tinggi. Pasokan yang melimpah ini secara otomatis menekan harga,” ujar Wahyu kepada Kontan, Senin (9/2/2026).

Selain faktor cuaca, tekanan pada harga gas alam juga datang dari pemulihan sisi produksi di AS serta peningkatan aliran pipa yang sebelumnya sempat terganggu. 

Sebaliknya, harga batubara cenderung lebih bertahan karena perannya sebagai komoditas baseload untuk pembangkit listrik, khususnya di kawasan Asia.

Meski mengalami koreksi, permintaan batubara dari sektor industri serta keterbatasan substitusi energi dalam jangka pendek di sejumlah negara berkembang membuat harga batubara tidak terjun sedalam gas alam.

Dari sisi prospek, Wahyu memandang tren koreksi gas alam berpeluang mencapai titik jenuh atau bottoming menjelang akhir kuartal I 2026. Pada periode tersebut, pasar diperkirakan mulai mengalihkan fokus pada pengisian kembali cadangan untuk musim panas.

Peluang rebound gas alam dinilai masih terbuka lebar, terutama jika muncul gangguan pasokan akibat faktor geopolitik atau apabila harga yang rendah saat ini mendorong peralihan konsumsi dari batubara ke gas (gas-to-coal switching) karena pertimbangan nilai ekonomis.

Baca Juga: Terlibat Dalam Proyek Hilirisasi, Begini Prospek Kinerja Bukit Asam (PTBA)

Sementara itu, prospek batubara cenderung bergerak konsolidatif. Harga baru bara saat ini di level US$ 115,6 per ton atau menurun 0,3% secara harian tapi naik 7,53% Ytd.

Tekanan dari tren transisi energi global memang mulai terasa dalam jangka panjang, namun sepanjang 2026 ketergantungan terhadap batubara dinilai masih cukup tinggi sehingga harga diperkirakan tidak jatuh jauh di bawah level psikologisnya.

Terkait kelayakan investasi, Wahyu menilai komoditas energi tetap menarik dicermati pada 2026, namun lebih sesuai bagi investor dengan profil risiko tinggi atau trader aktif. 

Volatilitas tinggi pada gas alam justru membuka peluang keuntungan melalui mekanisme mean reversion, yakni kecenderungan harga kembali ke rata-rata setelah kejatuhan ekstrem.

Di sisi lain, batubara dinilai lebih cocok sebagai instrumen lindung nilai atau diversifikasi portofolio karena pergerakannya yang relatif lebih terukur dibandingkan gas alam.

Untuk semester I 2026, secara teknikal harga gas alam berpeluang bergerak di level resistance US$ 4,20 dengan area support di US$ 2,85 per MMBtu.

Sementara itu, harga batubara diperkirakan Wahyu bergerak sideways dengan resistance di US$ 125 per ton dan support berada di kisaran US$ 110 per ton.

Selanjutnya: Moody’s Kritisi Belanja Pemerintah Membawa Risiko Fiskal, Ini Kata Mensesneg

Menarik Dibaca: 4 Manfaat Physical Touch dengan Pasangan, Lebih dari Sekadar Kemesraan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×