CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Gangguan LNG Global, Prospek Batubara Indonesia Menguat


Rabu, 04 Maret 2026 / 14:00 WIB
Gangguan LNG Global, Prospek Batubara Indonesia Menguat
ILUSTRASI. Batubara Indonesia kini berpotensi jadi primadona di pasar global


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gangguan produksi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) Qatar akibat konflik geopolitik di Timur Tengah mengguncang pasar energi global dan mendorong lonjakan harga gas. ​

Di tengah ancaman kekurangan pasokan gas di Asia, batubara berpotensi kembali menjadi penyangga utama seiring dibutuhkan substansi energi LNG.

Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono mengungkap keunggulan utama batubara terletak pada harga yang lebih ekonomis di saat harga LNG sedang melonjak.

Menurut Wahyu, Indonesia sebagai eksportir batubara termal terbesar di Indonesia berada di posisi sangat strategis tetapi juga menantang.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak, Pertamina Belum Berencana Naikkan Harga BBM

"Kenaikan harga batubara ke level US$ 130 - US$ 140 per ton akan meningkatkan devisa negara dan keuntungan emiten tambang nasional," kata Wahyu kepada Kontan pada Rabu (4/3/2026).

Di sisi lain, sejak awal 2026 Pemerintah Indonesia telah berencana memangkas kuota produksi nasional menjadi sekitar 600 juta ton. Padahal pada tahun 2025 kuota produksi nasional sekitar 790 juta ton. Pemangkasan tersebut bertujuan untuk menjaga harga dan cadangan batubara di masa depan.

Wahyu menilai jika permintaan dunia meledak, Indonesia harus berhati-hati menyeimbangkan antara mengejar keuntungan ekspor dan memenuhi Domestic Market Obligation (DMO) agar listrik di dalam negeri tidak terganggu oleh lonjakan biaya bahan bakar.

Wahyu optimis jika penangguhan produksi LNG Qatar berlangsung lama (lebih dari sebulan) maka akan terjadi "kebangkitan sementara" batubara secara global. 

"Indonesia akan menjadi pemain kunci yang diperebutkan oleh India, China, dan Taiwan untuk mengamankan pasokan energi mereka," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×