kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Fundamental pengaruhi cuan saham stock split


Kamis, 17 Agustus 2017 / 20:00 WIB
Fundamental pengaruhi cuan saham stock split


Reporter: Riska Rahman | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - Selain membuat suatu saham lebih likuid, pemecahan nilai saham (stock split) yang dilakukan emiten membuat saham tersebut menjadi lebih murah. Hal ini bisa menjadi kesempatan bagi para investor ritel untuk mendulang untung dari saham-saham tersebut.

Beberapa waktu terakhir, banyak emiten yang memutuskan untuk melakukan stock split. Ambil contoh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melakukan stock split dengan rasio 1:2. Pascaaksi korporasi tersebut, harga saham induk usaha PT Chandra Asri Petrochemical tersebut berubah ke level Rp 1.500-an, setengah dari level harga saham sebelumnya.

Hal yang sama juga terjadi pada beberapa saham perusahaan yang melakukan stock split seperti PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), PT Ultra Jaya Milk Tbk (ULTJ), PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR). Meski memiliki rasio stock split yang berbeda-beda, harga saham perusahaan-perusahaan tersebut menjadi lebih murah.

Harganya yang murah ini bisa membuka kesempatan bagi para investor bermodal kecil untuk ikut berinvestasi ke saham perusahaan tersebut. Mereka bisa ikut mendulang untung dari stock split tersebut.

Analis Yuanta Sekuritas Parningotan Julio, peluang investor mendulang untung disebabkan prospek menguatnya harga saham suatu perusahaan usai melakukan stock split. "Beberapa saham yang sudah melakukan stock split memang menguat. Hanya saja, investor juga harus melihat juga fundamental perusahaan tersebut," paparnya.

Fundamental saham sangat mempengaruhi kesempatan investor untuk mendapat keuntungan dari saham yang dikoleksi. Sehingga jika saham tersebut tidak memiliki fundamental yang baik, maka kemungkinan investor bisa mengambil untung dari kepemilikan saham tersebut menjadi kecil.

Di sisi lain, analis Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih melihat, faktor yang mempengaruhi untung atau tidaknya investor memegang saham stock split adalah pergerakan saham itu sendiri. "Jika saham tersebut memiliki volatilitas tinggi, pemilik saham mungkin bisa mengambil untung dari saham tersebut," tutur Alfatih.

Hal tersebut terutama sangat berpengaruh pada investor jangka pendek yang mencari keuntungan lewat pergerakan suatu saham. Pasalnya, semakin sering saham tersebut bergerak, semakin besar keuntungan para investor jangka pendek tersebut untuk meraih keuntungan.

Meski begitu, Alfatih tetap merekomendasikan investor untuk menanamkan modal ke perusahaan yang memiliki fundamental yang baik. "Lebih baik berinvestasi ke saham yang memiliki fundamental yang baik, seperti BRPT dan ULTJ yang kinerjanya terus membaik," saran Alfatih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×