kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Analis: Saham stock split bisa memikat ritel


Kamis, 17 Agustus 2017 / 19:53 WIB
Analis: Saham stock split bisa memikat ritel


Reporter: Riska Rahman | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - Aksi pemecahan nilai saham (stock split) yang dilakukan sejumlah emiten belum lama ini mampu menarik minat pelaku pasar, terutama investor ritel. Sebab, secara otomatis, saham perusahaan yang beredar di pasar jadi lebih banyak, sehingga menjadi lebih likuid.

Contohnya, saham PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK). Para pemegang saham perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis ini menyetujui stock split dengan rasio 1:8. Alhasil, jumlah saham BTEK yang beredar meningkat dari 5,78 miliar saham menjadi 46,28 miliar saham.

Besarnya jumlah saham yang beredar usai stock split, menurut Analis Yuanta Sekuritas Parningotan Julio, otomatis berdampak pada likuiditas saham di pasar. "Secara teori memang membuat saham menjadi lebih likuid. Selain itu biasanya volume saham yang telah stock split tersebut juga akan meningkat," kata Parningotan, Rabu (16/8).

Analis Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih mengatakan, selain membuat saham suatu perusahaan menjadi lebih likuid, saham yang telah dipecah membuat harganya menjadi lebih murah. "Hal ini membuat saham tersebut lebih mudah dijangkau, terutama oleh investor ritel," ujarnya.

Hal tersebut terjadi pada saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Harga saham perusahaan milik keluarga Prajogo Pangestu ini turun ke level Rp 1.500-an usai stock split dengan rasio 1:2. Itu menjadikan saham lebih terjangkau bagi para investor ritel yang memiliki modal yang lebih kecil.

Meski begitu, Alfatih melihat stock split belum tentu membuat suatu saham menarik bagi investor institusi. Pasalnya, pemilik modal yang berasal dari institusi lebih memperhatikan prospek fundamentalnya dibanding melihat harganya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×