kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Fundamental emiten ritel masih terkonsolidasi


Selasa, 14 Maret 2017 / 21:55 WIB
Fundamental emiten ritel masih terkonsolidasi


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Emiten ritel belum bisa berkelit dari siklus melemahnya bisnis selama periode kuartal I setiap tahunnya. Pada periode tersebut, daya beli masyarakat belum sepenuhnya beralih ke sektor ritel.

Ini terlihat dari sejumlah same sales store growth (SSSG) atau pertumbuhan penjualan di toko yang sama sejumlah emiten ritel yang masih berada pada kecenderungan melemah.

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) misalnya. SSSG perseroan di kuartal I tahun ini diprediksi tetap akan single digit, sekitar 6%.

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) malah mencatat pertumbuhan SSSG yang tidak lebih baik. SSSG perseroan malah berkontraksi sekitar 6% sepanjang Februari lalu.

"Penurunan itu mengindikasikan adanya kecenderungan penurunan penjualan," kata analis NH Korindo Securities Bima Setiaji kepada KONTAN, Selasa (14/3).

Laura Taslim, analis Mandiri Sekuritas sependapat. Kuartal I masih jadi downtrend atas siklus bisnis para peritel. Masalahnya, sentimen itu menjadi tidak biasa karena ditambah dengan sentimen negatif penurunan daya beli.

Penurunannya malah sudah terjadi sejak akhir tahun lalu. Ini terlihat dari porsi pengeluaran konsumsi masyarakat terhadap GDP yang turun menjadi 4,99% year on year (yoy) pada kuartal IV -2016.

Bandingkan dengan kuartal III-2016 yang angkanya tercatat 5,01% yoy. "Demo besar-besaran yang terjadi di Jakarta sepanjang periode tersebut makin memperburuk penjualan ritel," kata Laura dalam riset.

Wajar jika bisnis emiten ritel melemah pada kuartal I. Sebab, pada periode itu belum ada sentimen yang mampu mendongkrak penjualan.

Berbeda dengan periode kuartal IV yang mana ada momen natal dan tahun baru. Lalu, momen lebaran dan libur sekolah yang baru muncul pada kuartal II. "Jadi, peluang kenaikan baru akan terlihat mulai di bulan April," kata Bima. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×