kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.831   3,00   0,02%
  • IDX 8.102   70,04   0,87%
  • KOMPAS100 1.141   9,49   0,84%
  • LQ45 826   5,33   0,65%
  • ISSI 287   3,30   1,16%
  • IDX30 429   2,79   0,65%
  • IDXHIDIV20 516   3,07   0,60%
  • IDX80 128   1,09   0,86%
  • IDXV30 141   1,39   1,00%
  • IDXQ30 140   0,74   0,53%

Indeks Keyakinan Konsumen Naik, Begini Proyeksi Rupiah Besok (10/2)


Senin, 09 Februari 2026 / 17:01 WIB
Indeks Keyakinan Konsumen Naik, Begini Proyeksi Rupiah Besok (10/2)
ILUSTRASI. Rupiah melemah 0,15 persen terhadap Dolar AS (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA) Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (9/2/2026). Begini proyeksi rupiah untuk Selasa (10/2).


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (9/2/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,42% secara harian ke Rp 16.805 per dolar AS. 

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,29% secara harian ke Rp 16.838 per dolar AS. 

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah menguat terhadap dolar AS didukung oleh sentimen risk on global yang kuat. Survey yang menunjukkan kenaikan di atas perkiraan pada indeks kepecayaan konsumen ikut menguatkan rupiah.

“Tidak ada data penting dari eksternal malam ini, sedangkan dari domestik, investor menantikan data penjualan ritel yang akan dirilis siang besok,” ucap Lukman kepada Kontan, Senin (9/2/2026). 

Baca Juga: IHSG Rebound, Namun Volatilitas Masih Membayangi Februari

Lukman memproyeksikan rupiah pada Selasa (10/2/2026) dikisaran Rp 16.750 – Rp 16.900 per dolar AS. 

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi juga melihat penguatan rupiah salah satunya karena sentimen Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). IKK terbaru menunjukkan kenaikan 3,5 poin, dari 123,5 pada Desember 2025 menjadi 127 pada Januari 2026. Level IKK ini menjadi yang tertinggi dalam setahun terakhir atau sejak Januari 2025 (127,2). 

IKK merupakan indikator yang dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan konsumsi dan tabungan rumah tangga. IKK menggunakan tahun acuan dengan nilai 100. “Artinya indeks kepercayaan konsumen pada Januari 2026 berada di zona optimistis atau di atas nilai acuan,” ucap Ibrahim. 

Selain itu, Ibrahim mengatakan, penguatan rupiah juga dipengaruhi oleh geopolitik global. Washington dan Teheran mengatakan pada akhir pekan bahwa pembicaraan nuklir tidak langsung antara keduanya akan berlanjut setelah apa yang mereka gambarkan sebagai diskusi positif yang diadakan di Oman pada hari Jumat. 

Pesan tersebut membantu meredakan kekhawatiran bahwa konflik militer di Timur Tengah akan segera terjadi, terutama setelah Washington mengerahkan beberapa kapal perang ke wilayah tersebut awal tahun ini. Kekhawatiran akan konflik telah membuat para pedagang memberikan premi risiko yang lebih besar pada minyak, dengan Trump juga mengancam tindakan militer terhadap Teheran. 

“Namun, kemungkinan perang habis-habisan di Timur Tengah sekarang tampak lebih kecil, meskipun Teheran memberi sinyal bahwa mereka akan tetap melanjutkan program pengayaan nuklirnya,” kata Ibrahim. 

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Selasa (10/2/2026) bergerak fluktuatif, namun ditutup menguat direntang Rp 16.760 – Rp 16.800 per dolar AS.

Baca Juga: Wira Global Solusi (WGSH) Akan Bagikan Saham Bonus Rp 26,75 Miliar

Selanjutnya: IHSG Rebound, Namun Volatilitas Masih Membayangi Februari

Menarik Dibaca: 793.681 Tiket KA Lebaran Sudah Terjual, Ini 10 Relasi Favorit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×