kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Saham Indonesia, Begini Respons OJK


Rabu, 08 April 2026 / 17:34 WIB
FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Saham Indonesia, Begini Respons OJK
ILUSTRASI. IHSG Meroket To The Moon (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyedia indeks global, FTSE Russell mengumumkan status pasar modal Indonesia tetap dalam status Secondary Emerging Market. Keputusan ini keluar dalam tinjauan sementara April 2026. 

Dalam laporannya, FTSE Russell menyatakan masih mencermati perkembangan reformasi integritas pasar modal Indonesia. FTSE Russell turut menyoroti sejumlah perbaikan yang sudah dilakukan regulator Indonesia. 

Namun, FTSE Russell menilai progres tersebut masih perlu waktu untuk diimplementasikan secara konsisten. Tak hanya itu, Indonesia juga belum dipertimbangkan untuk masuk ke dalam Watch List. 

Baca Juga: Deeskalasi AS–Iran Redam Lonjakan Harga Minyak, Bagaimana Prospeknya?

Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi Agus Firmansyah menegaskan semua kebijakan strategis yang diimplementasikan bersama Self-Regulatory Organizations (SRO), merupakan bagian dalam memperkuat kredibilitas dan daya saing pasar modal Indonesia. 

“OJK memandang bahwa pengakuan atas berbagai inisiatif reformasi tersebut merupakan sinyal positif peningkatan kepercayaan investor, baik domestik maupun global,” tulisnya dalam keterangan resmi, Rabu (8/4/2026). 

Agus bilang pengumuman tersebut sekaligus menegaskan bahwa arah kebijakan yang ditempuh Indonesia telah sejalan dengan praktik terbaik (best practices) internasional dalam penguatan struktur dan kualitas pasar modal. 

Ke depan, OJK bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus melanjutkan implementasi reformasi secara konsisten dan terukur, serta memperkuat komunikasi dan engagement dengan global index providers, termasuk FTSE Russell.

Baca Juga: Mengintip Peluang Keputusan MSCI Usai FTSE Russell Pertahankan Status Saham Indonesia

“ini dilakukan guna memastikan bahwa seluruh kebijakan yang diambil dapat diimplementasikan secara efektif dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pasar,” jelas Agus. 

Adapun per awal April 2026, OJK bersama dengan bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menuntaskan empat proposal reformasi penguatan transparansi di pasar modal. 

Pertama, penyediaan data kepemilikan saham perusahaan terbuka di atas 1% kepada publik. Data tersebut telah dirilis pertama kali pada 3 Maret 2026 dengan batasan data per Februari 2026.

Kedua, peningkatan kualitas data investor melalui granularitas klasifikasi investor. Adapun saat ini kategori investor mencapai 39 dari sebelumnya hanya sembilan kategori. 

Baca Juga: Rupiah Menguat Ditopang Gencatan Senjata AS-Iran, Ini Proyeksi Kamis (9/4)

Adapun granularitas telah dilakukan pada 1 April 2026 dengan data per 31 Maret 2026. Ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi karakteristik dan intention of ownership investor.

Ketiga, kenaikan batas minimum free float dari 7,5% menjadi 15%. Di mana ketentuan tersebut telah tertuang dalam revisi Peraturan Bursa No I-A yang mulai efektif pada 31 Maret 2026.

Keempat, pengumuman saham high shareholding concentration (HSC). Di mana data tersebut sudah 

dirilis pada 2 April 2026 di laman resmi BEI dengan menggunakan data per 31 Maret 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×