kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

FIF Berencana Menambah Nilai Penerbitan Obligasi Menjadi Rp 1,5 Triliun


Kamis, 11 Februari 2010 / 08:01 WIB


Reporter: Dyah Megasari | Editor: Test Test

JAKARTA. Rencana PT Federal International Finance (FIF) menerbitkan obligasi bakal berjalan mulus. Bahkan, FIF yakin permintaan obligasi mereka berlebih dari perkiraan semula.


Semula, FIF berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun pada April nanti. Perusahaan ini telah menunjuk empat perusahaan sekuritas sebagai penjamin emisi (underwriter) obligasi, yaitu Danareksa Sekuritas, Kresna Sekuritas, Indopremier Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas. "Namun, setelah berkonsultasi dengan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), kami akan menerbitkan obligasi sekitar Rp 1,5 triliun," ujar Direktur Utama FIF, Soehartono, kemarin.


Penambahan nilai emisi ini berdasarkan hasil survei bahwa jumlah peminat obligasi FIF terus meningkat, bahkan melebihi kuota. "Tapi kami hanya bisa mengajukan penerbitan obligasi maksimal Rp 1,5 triliun," imbuh dia.


Kepala Riset Obligasi Danareksa Sekuritas Budi Susanto melihat, pasar obligasi korporasi bakal semakin likuid seiring banyaknya perusahaan yang akan menerbitkan surat utang tahun ini. "Kemungkinan bisa mencapai Rp 20 triliun - Rp 25 triliun," ujarnya. Tapi, dia melihat, nilai penerbitan obligasi tahun ini belum bisa mengalahkan tahun lalu yang sebesar Rp 28,09 triliun.


Budi mengatakan, permintaan surat utang korporasi masih tinggi meskipun nilainya sudah banyak. "Kemungkinan dana segar berasal dari obligasi jatuh tempo yang akan kembali masuk ke pasar obligasi," jelas dia.

Nah, obligasi FIF ini menjadi salah satu alternatif pilihan bagi investor karena mengantongi peringkat idAA- dari Pefindo. Analis Mandiri Sekuritas Handy Yunianto berpendapat, obligasi FIF layak dikoleksi. "Kinerja FIF tidak ada masalah," ujarnya. Sekadar catatan, anak usaha PT Astra International Tbk ini membukukan laba bersih Rp 824 miliar tahun lalu, atau naik 35% dari tahun 2008.
Tapi, dia menyarankan agar investor melihat imbal hasil (yield) obligasi FIF. Kemungkinan, yield-nya 200 basis poin di atas SUN acuan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×