kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

FAST Cetak Laba Rp 13 Miliar Kuartal I-2026, Cek Rekomendasi Sahamnya


Kamis, 28 Mei 2026 / 16:42 WIB
FAST Cetak Laba Rp 13 Miliar Kuartal I-2026, Cek Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. Emiten pengelola KFC dan Taco Bell, FAST, berhasil membalikkan kerugian menjadi laba Rp13,28 miliar di Q1-2026. Pendapatan melonjak 18,59%. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten terafiliasi Haji Isam, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mampu meraih kinerja apik sepanjang kuartal I-2026. Melansir laporan keuangannya, emiten pengelola gerai KFC dan Taco Bell ini meraih laba Rp 13,28 miliar pada awal tahun 2026, dari sebelumnya merugi Rp 36,77 miliar.

Sejalan dengan itu, pendapatan perusahaan turut melonjak 18,59% menjadi Rp 1,42 triliun pada periode Januari hingga Maret 2026, dari sebelumnya Rp 1,19 triliun.

Secara rinci, pendapatan dari makanan dan minuman tercatat Rp 1,42 triliun dari sebelumnya Rp 1,19 triliun. Jasa layanan antar mencapai Rp 1,07 miliar, meningkat dari sebelumnya Rp 412 juta. Jumlah tersebut dikurangi oleh potongan penjualan yang mencapai Rp 6,7 miliar, sehingga menghasilkan total penjualan sebesar Rp 1,42 triliun.

Seiring kenaikan pendapatan, FAST juga berhasil memperbaiki kinerja operasionalnya. Perusahaan mencatat laba usaha sebesar Rp 30,13 miliar pada kuartal I-2026, berbalik dari rugi usaha Rp 35,96 miliar pada kuartal I-2025.

Dari sisi profitabilitas, laba bruto FAST naik menjadi Rp 824,52 miliar dibandingkan Rp 714,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini terjadi meskipun beban pokok penjualan turut meningkat menjadi Rp 598,59 miliar dari sebelumnya Rp 485,50 miliar.

Baca Juga: PGAS Perkuat Pasokan Gas dan LNG, Cek Rekomendasi Sahamnya

FAST juga berhasil menekan sejumlah pos beban operasional. Beban penjualan dan distribusi tercatat turun tipis menjadi Rp 654,85 miliar dari sebelumnya Rp 657,30 miliar. Sementara itu, beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 141,32 miliar dari Rp 167,08 miliar.

Di sisi lain, beban keuangan perusahaan juga turun menjadi Rp 22,56 miliar dibandingkan Rp 26,64 miliar pada kuartal I-2025.

Dengan kinerja tersebut, FAST berhasil membalikkan posisi rugi menjadi laba sebelum pajak sebesar Rp 9,58 miliar pada kuartal I-2026. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu perusahaan masih mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp 62,15 miliar.

Setelah memperhitungkan pajak penghasilan, FAST membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 12,66 miliar. Angka ini berbanding terbalik dibandingkan kuartal I-2025 yang masih mencatat rugi Rp 40,07 miliar.

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, mengatakan berbaliknya FAST ke posisi laba pada kuartal I-2026 didorong oleh kombinasi kenaikan penjualan dan mulai membaiknya efisiensi operasional.

Dari sisi topline, pertumbuhan penjualan menunjukkan trafik konsumen mulai pulih dan strategi promosi masih cukup efektif menjaga permintaan. Selain itu, kemungkinan terdapat perbaikan pada cost management seperti beban operasional, distribusi, hingga pengendalian biaya bahan baku sehingga margin profitabilitas ikut membaik.

Baca Juga: Begini Rekomendasi Teknikal Saham GOTO, ASII, dan TINS untuk Jumat (29/5)

Kontribusi dari diversifikasi jenama seperti Yum! Brands melalui Taco Bell juga mulai membantu memperkuat pendapatan berulang perusahaan.

Prospek Kinerja FAST

Untuk prospek hingga akhir tahun, Elandry melihat FAST masih memiliki peluang melanjutkan perbaikan kinerja secara gradual, terutama jika daya beli masyarakat tetap terjaga dan konsumsi domestik kembali meningkat pada semester II-2026.

Momentum musiman seperti liburan sekolah, akhir tahun, dan program promosi berpotensi menopang penjualan. Namun di sisi lain, tantangan tetap ada dari sisi tekanan harga bahan baku, kenaikan biaya operasional, persaingan industri F&B yang ketat, serta sensitivitas belanja konsumen terhadap kondisi ekonomi dan inflasi.

"Jadi menurut saya recovery story FAST masih berjalan, tetapi belum sepenuhnya solid," kata Elandry kepada Kontan, Kamis (28/5/2026).

Secara terpisah, Equity Research Kiwoom Sekuritas Abdul Azis menyampaikan prospek FAST hingga akhir 2026 masih menghadapi banyak tantangan, terutama dari daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih serta persaingan industri F&B yang ketat.

"Namun, strategi efisiensi dan inovasi produk dapat membantu menjaga kinerja," ucap Azis.

 

Azis juga menerangkan kinerja laba yang membaik berpotensi menjadi sentimen positif bagi saham FAST, meski pasar tetap menunggu konsistensi pemulihan bisnis ke depan.

Sementara itu, Elandry berpendapat perbaikan kinerja keuangan berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan saham FAST, terutama untuk memperbaiki sentimen pasar setelah sebelumnya cukup tertekan.

Namun, pergerakan saham kemungkinan masih akan dipengaruhi konsistensi turnaround pada kuartal-kuartal berikutnya. Investor saat ini cenderung menunggu bukti bahwa perbaikan laba bukan hanya faktor musiman, tetapi memang didukung pemulihan fundamental yang berkelanjutan.

Dengan demikian, potensi rebound tetap ada, meski volatilitas sahamnya kemungkinan masih cukup tinggi dalam jangka pendek.

Dus, FAST lebih cocok untuk trading buy dengan pendekatan speculative buy bagi investor dengan profil risiko agresif. Sentimen jangka pendek masih didukung ekspektasi pemulihan kinerja dan peningkatan sales growth. Sementara untuk target harga, FAST berpotensi bergerak di area Rp 250–Rp 280 dengan support di sekitar Rp 200.

Namun, investor tetap perlu mencermati keberlanjutan margin dan kemampuan perusahaan menjaga pertumbuhan penjualan ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×