kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.228   96,50   1,19%
  • KOMPAS100 1.162   15,87   1,39%
  • LQ45 836   6,58   0,79%
  • ISSI 293   5,05   1,75%
  • IDX30 433   2,53   0,59%
  • IDXHIDIV20 517   -1,17   -0,22%
  • IDX80 130   1,59   1,24%
  • IDXV30 142   0,50   0,35%
  • IDXQ30 140   -0,19   -0,14%

Euro belum mampu kalahkan the greenback


Senin, 09 Januari 2017 / 19:32 WIB
Euro belum mampu kalahkan the greenback


Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Performa euro kembali melempem akibat masih tingginya ketidakpastian politik di Eropa dan sajian data ekonomi yang mixed. Hal ini membuat euro jelas gagal mengalahkan pamor the greenback yang gemilang.

Mengutip Bloomberg, Senin (9/1) pukul 17.35 WIB pasangan EUR/USD melemah 0,12% ke level 1,0519 dibanding hari sebelumnya.

Alwy Assegaf, Analis PT SoeGee Futures menjelaskan sebenarnya sajian data tenaga kerja AS akhir pekan lalu negatif. Hanya saja pertumbuhan upah tenaga kerja AS ke level tertingginya sejak 2009 lalu dan masih adanya kenaikan angka tenaga kerja meski lebih kecil dari bulan sebelumnya, dipandang pasar sebagai konsistensi data ekonomi AS.

Apalagi sebelumnya salah satu Gubernur The Fed negara bagian Chicago, Charles Evans mengatakan peluang kenaikan suku bunga sebanyak tiga kali sangat mungkin terjadi.

“Ini juga sejalan dengan lambungan yield obligasi AS sehingga posisi USD masih belum bisa dikalahkan termasuk oleh euro,” tutur Alwy.

Ditambah lagi data produksi industri Jerman November 2016 turun dari 0,5% menjadi 0,4%. Lalu tingkat pengangguran bulanan Italia membengkak dari 11,8% menjadi 11,9%. Dengan level pengangguran Eropa yang stagnan di 9,8%.

Membuat euro nyaris tidak punya dukungan signifikan untuk mengungguli the greenback yang terus diminati pasar. Hanya saja pelemahan memang terbatas mengingat euro cukup tertolong oleh data neraca perdagangan Jerman yang surplusnya bertambah dari 20,6 miliar euro menjadi 21,7 miliar euro serta data kepercayaan konsumen yang naik dari 10,0 menjadi 18,2.

“Kebijakan ekonomi dua bank sentral ini cukup kontras, membuat tren pasangan EUR/USD masih bearish,” kata Alwy.

Sebab saat European Central Bank masih akan berjuang melonggarkan stimulus moneternya hingga Desember 2017 mendatang, The Fed malah berpeluang menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali. Maka ia lantas mengarahkan dugaannya pada Selasa (10/1) pasangan ini akan tetap melanjutkan pelemahannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×