kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Euro manfaatkan celah pelemahan the greenback


Kamis, 05 Januari 2017 / 18:34 WIB
Euro manfaatkan celah pelemahan the greenback


Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Sajian data ekonomi yang memuaskan pasar jadi dorongan utama bagi euro untuk ungguli the greenback yang tengah cedera.

Mengutip Bloomberg, Kamis (5/1) pukul 17.10 WIB pasangan EUR/USD menguat 0,22% ke level 1,0512 dibanding hari sebelumnya.

Nizar Hilmy, Analis PT SoeGee Futures menuturkan keunggulan euro datang setelah rilis data inflasi, indeks jasa dan sektor ritel Eropa yang memuaskan pasar. Estimasi inflasi Eropa Desember 2016 tumbuh dari 0,6% menjadi 1,1% lalu estimasi inflasi inti juga naik dari 0,8% ke level 0,9%.

Sementara sektor ritel tumbuh dari 48,6 ke 50,4 serta indeks jasa Eropa turut membaik ke level 53,7 dari 53,1. “Membaiknya data ekonomi ini datang bersamaan dengan koreksi yang diderita USD,” tutur Nizar.

Pasalnya dalam rilis risalah FOMC Desember 2017 sebagian pejabat The Fed masih merasa kenaikan suku bunga belum mendesak untuk digeser. Sementara sebagian lainnya setuju kenaikan dilakukan sebanyak tiga kali tahun ini.

Perbedaan pandangan tersebut membawa USD pada koreksi. “Selain juga karena posisinya yang sudah terlampau tinggi jadi wajar terserang profit taking sebelum rilis data sektor tenaga kerja yang begitu dinanti pasar,” imbuh Nizar.

Meski demikian bukan berarti penguatan EUR/USD bisa signifikan. Sebab, fundamental ekonomi Eropa pun belum cukup baik. Beberapa katalis negatif yang membalut euro antara lain pemilu yang akan berlangsung di beberapa negara Eropa sekaligus dan juga pandangan pasar bahwa Eropa masih jauh dari target inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan.

Menurut Nizar walau peluang penguatan euro tetap terjaga tren pasangan ini secara keseluruhan tetap bearish. “Perbedaan proyeksi dua bank sentralnya saja sudah kontras, kalau ada penguatan yang sementara sifatnya,” tambah Nizar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×