kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Emiten ritel papan atas torehkan kinerja ciamik, simak rekomendasi sahamnya


Minggu, 03 November 2019 / 19:38 WIB
ILUSTRASI. Pertumbuhan Industri Ritel: Konsumen di sebuah gerai sepatu di Jakarta, Senin (7/10).


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Noverius Laoli

Alhasil, pertumbuhan kinerja juga ACES rasakan dengan dari pos pendapatan yang tumbuh 15,7% ke Rp 5,97 triliun di periode yang sama. Sementara, laba juga naik 4,27% ke Rp 727 miliar.

Namun, pola perubahan belanja dari offline ke online menjadi tantangan utama peritel fesyen yang menyasar pangsa pasar ekonomi menengah ke bawah.

Tercatat, pendapatan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) terkoreksi tipis 2% menjadi Rp 4,43 triliun di periode yang sama. Namun, pos laba bersih naik 16,3% menjadi Rp 607 miliar.

Tak jauh berbeda,  pendapatan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) hanya naik tipis  0,67% di periode yang sama jadi Rp 7,83 triliun. Sementara laba tercatat turun 20,6% ke Rp 1,19 triliun.

Menurut Chirstine produk yang dijual LPPF dan RALS tidak memiliki perbedaan khusus yang bisa dijadikan daya tarik bila dibandingkan dengan produk yang dijual secara online.

"Sekarang intinya di sektor ritel go unic agar kinerja keuangan tetap positif," kata Christine.

Baca Juga: Menanti window dressing, simak rekomendasi dari analis berikut

Kenaikan premi BPJS Kesehatan dan listrik Christine katakan bisa menambah tantangan bagi kinerja industri ritel yang menyasar pangsa pasar ekonomi menengah ke bawah.

"Konsumen menengah atas punya daya beli tinggi yang tidak rentan pada penurunan ekonomi, sementara konsumen menengah ke bawah rentan terpengaruh bila kebijakan subsidi dikurangi atau dicabut," tambah Rendy.

Ekspansi

Rendy memproyeksikan meski secara umum kinerja keuangan industri ritel cenderung melambat dibanding tahun lalu, tetapi melihat rencana ekspansi emiten di sektor ini membuat prospek sektor ini bisa tumbuh positif di tahun depan.

"Ekspansi yang cukup ekspansif berdampak positif pada kinerja keuangan di tahun depan, pendapatan bisa lebih tinggi dari tahun ini apalagi setelah ketidakpastian akibat kondisi politik semakin mereda," kata Rendy.

Baca Juga: Kinerja Keuangan Produsen Beras Topi Koki Masih Melaju




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×