Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), pengelola merek Pizza Hut di Indonesia, mencatat percepatan pemulihan kinerja pada kuartal III-2026.
Penjualan bersih PZZA tumbuh 6% menjadi Rp 765 miliar dari Rp 722 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan penjualan tersebut dikonversi menjadi kenaikan laba operasional sebesar 83% menjadi Rp 16 miliar, yang menunjukkan penguatan operating leverage perusahaan.
Laba bersih PZZA pada kuartal III-2026 mencapai Rp 8,8 miliar, dibandingkan Rp 0,3 miliar pada kuartal III-2025. Sementara itu, laba kotor tumbuh 6% menjadi Rp 535 miliar dan EBITDA meningkat 5% menjadi Rp 115 miliar.
Baca Juga: Fundamental Domestik Menopang Rupiah, Simak Proyeksi Kurs Pekan Depan
Dengan capaian tersebut, PZZA mempertahankan profitabilitas selama delapan kuartal berturut-turut sejak kuartal IV-2024.
“Q3-2026 menandai kemajuan penting. Penjualan kembali tumbuh dan profitabilitas meningkat lebih cepat daripada pendapatan. Ini menunjukkan bahwa fondasi yang kami bangun melalui disiplin biaya, produktivitas, dan penguatan relevansi merek mulai menghasilkan operating leverage yang lebih baik. Fokus kami berikutnya adalah menjaga momentum ini dan mengubahnya menjadi pertumbuhan yang konsisten dan berkelanjutan," kata Presiden Direktur PZZA Boy Lukito dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).
Secara kumulatif hingga September 2026, penjualan bersih tercatat sebesar Rp 2,24 triliun, atau 1,1% di bawah periode yang sama tahun lalu. Namun, laba kotor meningkat menjadi Rp 1,587 triliun dan laba bersih tumbuh 7,6% menjadi Rp 17,1 miliar.
Beban bunga dan keuangan turun 32,9% menjadi Rp 19,6 miliar, mencerminkan manfaat langsung dari deleveraging dan pengelolaan struktur modal yang lebih disiplin.
Sejak kuartal IV-2024, total utang perusahaan telah turun Rp 248 miliar atau 54%, disertai penghematan beban bunga kumulatif sebesar Rp 34 miliar. Pada 30 September 2026, posisi utang bank jangka panjang dan bagian lancarnya tercatat Rp 164,6 miliar, dengan seluruh covenant pinjaman tetap terpenuhi.
Baca Juga: Permintaan Jasa Pelayaran Masih Besar, Samudera Indonesia (SMDR) Siapkan 9 Kapal Baru
Untuk sisa tahun 2026, Boy mengungkapkan bahwa perusahaan berfokus pada lima agenda, antara lain memulihkan transaksi melalui value architecture yang lebih tajam, memperbesar demand engine digital dan owned channels, memperkuat relevansi merek melalui inovasi, mempertahankan pangsa pasar di tengah ekspansi kompetitor, serta menjaga disiplin portofolio, profit, cash flow, dan alokasi modal.
"Perseroan meyakini kombinasi pertumbuhan pendapatan, operating leverage, penurunan utang, serta pengembangan kapabilitas digital akan menjadi fondasi penting untuk menciptakan pertumbuhan yang sehat dan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," tutup Boy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
