kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Emiten kontraktor tambang tetap optimistis di tengah lesunya harga batubara


Rabu, 20 November 2019 / 18:51 WIB
Emiten kontraktor tambang tetap optimistis di tengah lesunya harga batubara
ILUSTRASI. Kontraktor pertambangan batubara PT Bukit Makmur Mandiri Utama atau BUMA, anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID). Di tengah lesunya harga batubara, emiten kontraktor tambang batubara masih mencatatkan pendapatan yang positif.

Reporter: Kenia Intan | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah lesunya harga batubara, emiten kontraktor tambang batubara masih mencatatkan pendapatan yang positif. PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) misalnya, hingga kuartal III 2019 mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 25,98% secara year on year (yoy) menjadi US$ 237,92 juta.

Pertumbuhan pendapatan juga dirasakan oleh tiga emiten kontraktor tambang batubara lainnya. Hingga kuartal III 2091, pendapatan PT United Tractor Tbk (UNTR) meningkat 7,35% yoy menjadi Rp 65,61 triliun, pendapatan PT Samindo Resources Tbk (MYOH) juga meningkat sebesar 7,82% yoy menjadi US$ 188,9 juta. Sementara untuk PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), pedapatannya naik 8,29% yoy menjadi US$ 690,33 juta.

Meskipun keempat emiten tersebut membukukan peningkatan pendapatan, hanya DEWA saja yang juga mencatatkan pertumbuhan laba bersih. Di kuartal III ini, laba bersih DEWA yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 44,32% yoy menjadi US$ 1,19 juta dari US$ 826.190.

Baca Juga: Lo Kheng Hong Jual Ruko Seharga Rp 5 Miliar untuk Beli Saham

Berdasar data yang dihimpun Kontan.co.id, peningkatan kinerja yang dialami DEWA akibat kenaikan overburden removal ataupun pengupasan lapisan batuan, maupun produksi batubara atau coal delivery.

Corporate Secretary & Chief Corporate Service Officer Darma Henwa Mukson Arif Rosyidi mengatakan bahwa di Oktober 2019, volume overburden removal DEWA mencapai 13,40 juta bank cubic meter (bcm). Dari Januari hingga Oktober, DEWA sudah mencatatkan volume overburden removal hingga 96,1 juta bcm, naik 11,58% yoy. " Kontribusi paling besar dari proyek Bengalon," kata Mukson, Rabu (20/11).

Adapun volume delivery coal DEWA dari awal tahun hingga Oktober 2019 sebesar 13,22 juta ton. Dengan demikian, delivery coal DEWA sejauh ini setara dengan 77,76% dari target yang dibidik perusahaan. Sekadar informasi,  volume delivery coal DEWA di bulan Oktober sebesar 1,77 juta ton.

Baca Juga: Guna perbaiki kinerja, ABM Investama (ABMM) perkuat sinergi dengan anak usaha

Pendapatan DEWA sejauh tidak hanya dari bisnis batubara. Sehingga sampai saat ini masih bisa menorehkan kinerja yang positif.

Optimisme serupa juga ditunjukkan oleh Delta Dunia Makmur. Dari awal tahun ingga Oktober 2019, DOID meraih volume overburden removal sebesar 331,4 juta bcm. Sementara target volume overburden removal hingga akhir tahun di kisaran 380 juta bcm hingga 420 juta bcm. DOID mencatatkan 42,6 juta ton delivery coal.  

Walaupun mulai memasuki musin hujan, hingga akhir tahun DOID masih optimistis akan mencapai targetnya. "Kunci untuk meraih target dengan efisiensi yang lebih baik," kata Head of Investor Relations Delta Dunia Makmur Regina Korompis kepada Kontan.co.id, Rabu (20/11).



Video Pilihan

TERBARU

×