kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Emiten Farmasi Gencar Rilis Produk Baru Tahun Ini, Cermati Rekomendasi Analis


Selasa, 05 Maret 2024 / 08:30 WIB
Emiten Farmasi Gencar Rilis Produk Baru Tahun Ini, Cermati Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Obat Antimo produk pt Phapros tbk PEHA. Emiten Farmasi Gencar Rilis Produk Baru Tahun Ini, Cermati Rekomendasi Analis


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Emiten farmasi tengah bersiap meluncurkan serangkaian produk baru pada tahun 2024 ini.

Salah satunya PT Phapros Tbk (PEHA) menargetkan merilis lebih dari lima produk baru sepanjang 2024.

Sementara itu, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) tahun ini bakal menerbitkan 15 hingga 20 produk baru. 

Termasuk tujuh alat kesehatan terbaru dan beberapa obat generik yang menjadi andalan program BPJS Kesehatan. 

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham Emiten yang Pendapatannya Lebih dari Rp 100 Triliun

Lalu, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) akan mengeluarkan minimal tiga produk baru.

 

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Vicky Rosalinda menilai, aksi emiten farmasi tersebut bisa meningkatkan pendapatan dan profitabilitas mereka. 

Namun ada beberapa tantangan yang menanti emiten farmasi.

Mulai persaingan di industri kesehatan yang dapat menekan margin keuntungan emiten farmasi. 

Lalu kebijakan pemerintah terkait bidang farmasi. 

"Hingga fluktuasi rupiah yang mempengaruhi harga bahan baku obat-obatan," kata Vicky, Senin (4/3).

Baca Juga: Emiten Farmasi Gencar Merilis Produk-Produk Baru, Begini Pendapat Analis

Nah, saat Ramadan, penjualan suplemen kesehatan naik. Begitu juga obat-obatan saat mudik Lebaran.

Maka Vicky merekomendasikan trading buy untuk KLBF dan SIDO dengan target masing-masing Rp 1.565 dan Rp 650 per saham.

Sedang analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana merekomendasi speculative buy KLBF di Rp 1.555 hingga Rp 1.600, dan buy on weakness SIDO di Rp 655–Rp 700.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×