kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45907,72   -11,79   -1.28%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Daftar Emiten Pembagi Dividen Interim Bulan Desember 2023 dan Rekomendasi Analis


Sabtu, 02 Desember 2023 / 14:45 WIB
Daftar Emiten Pembagi Dividen Interim Bulan Desember 2023 dan Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Daftar Emiten Pembagi Dividen Interim Bulan Desember 2023 dan Rekomendasi Analis


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki akhir tahun 2023, pasar menyuguhkan peluang bagi investor untuk meraih dividen interim. Sebanyak 11 emiten, dari berbagai kategori kapitalisasi pasar, bersiap membayar dividen pada bulan Desember ini.

Salah satunya, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), mengalokasikan US$ 25 juta atau setara Rp 15 per saham untuk dividen interim, yang akan dibayarkan pada 15 Desember 2023. Meski demikian, jika MEDC sudah terlewati, masih ada sejumlah emiten lainnya yang menawarkan peluang serupa.

Dalam kategori saham bluechip, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan membagi Rp 42,50 per saham sebagai dividen interim. Jadwal cum dividen di pasar tunai dan recording date dijadwalkan pada 5 Desember, dengan pembayaran pada 20 Desember 2023. 

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham dari Emiten yang Bakal Menebar Dividen Interim Bulan Ini

Sementara PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menyisihkan dana jumbo hingga Rp 2,4 triliun untuk dividen interim, setara Rp 63 per saham, dengan cum dividen pada 4 Desember dan pembayaran pada 19 Desember 2023.

Selain ketiga emiten tersebut, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), PT Graha Mitra Asia Tbk (RELF), dan PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY) juga siap membagi dividen interim bulan ini.

Ditempatkan di luar 10 saham sebelumnya, PT Organon Pharma Indonesia Tbk (SCPI) mengumumkan dividen interim sebesar Rp 151,2 miliar atau setara Rp 42.000 per saham. Sayangnya, saham SCPI saat ini tergembok suspensi dan dalam proses delisting.

 

Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project, William Hartanto, menilai mayoritas saham yang membagi dividen interim masih layak untuk dikoleksi, kecuali SCPI yang tersuspensi. Meski demikian, investor tetap perlu selektif dalam memilih saat yang tepat untuk membeli saham, mengingat tidak semua saham pemberi dividen diminati oleh pasar. Sebagai contoh, saham RELF mengalami tren menurun.

Baca Juga: Menjala Bonus Akhir Tahun dari Emiten

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Handiman Soetoyo, juga setuju bahwa dividen interim menambah daya tarik saham, meskipun ia mengingatkan bahwa dampaknya untuk meningkatkan harga saham bersifat jangka pendek.

Handiman mencatat bahwa total dividen interim yang diumumkan sejak Mei hingga November 2023 mencapai sekitar Rp 34 triliun oleh 60 emiten, mengalami sedikit penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Handiman memperkirakan sejumlah emiten akan mengumumkan pembagian dividen interim pada bulan ini, dengan penurunan terutama dari sektor batubara. Ia juga mencatat beberapa emiten yang mempertahankan payout ratio, dengan DMAS memiliki payout ratio paling tinggi, yakni 95,11%, diikuti UNVR (87,10%), TEBE (41,14%), dan POWR (39,05%).

Rekomendasi saham dari berbagai analis mencakup TUGU, BBCA, UNVR, DMAS, POWR, dan DOID. Meskipun demikian, investor perlu mempertimbangkan faktor likuiditas dan melihat saham-saham bluechip. Analis lain, Evan Yusuf Hidayat dari Jasa Utama Capital Sekuritas, menyoroti TUGU sebagai salah satu saham yang menarik, dengan rata-rata dividen payout ratio di atas 30% selama tiga tahun terakhir.

Baca Juga: Berburu Dividen Jelang Akhir Tahun




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×