kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Emiten di BEI Dapat Revisi Outlook dari Moody’s, Cek Prospek dan Rekomendasi Analis


Senin, 09 Februari 2026 / 18:05 WIB
Emiten di BEI Dapat Revisi Outlook dari Moody’s, Cek Prospek dan Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. BEI sempat terapkan trading halt lagi (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

Untuk UNTR, prospek kinerjanya juga masih positif, terutama dari sisi ekspor komoditas. Sementara, sektor perbankan memiliki profitabilitas tinggi, apalagi bank-bank himbara yang mendukung koperasi merah putih.

“Sehingga, yang harus diperhatikan investor adalah nilai valuasi saham para emiten, apakah di masa depan akan mengalami kenaikan atau tidak,” tuturnya.

Selain UNTR, sejumlah saham-saham tersebut hari ini (9/2/2026) pun terpantau terkoreksi lantaran perubahan outlook dari Moody’s ini. Misalnya, saham TLKM hari ini turun 0,89%, BBCA 2,28%, BMRI 0,99%, dan BBNI 0,22%.

Baca Juga: Kinerja Emiten Properti Tumbuh pada Kuartal III 2025, Cermati Rekomendasi Analis

Nico pun merekomendasikan beli untuk ICBP, TLKM, BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI dengan target harga masing-masing Rp 11.920 per saham, Rp 3.800 per saham, Rp 10.210 per saham, Rp 5.650 per saham, Rp 4.510 per saham, dan Rp 5.110 per saham.

Abida melihat, prospek kinerja TLKM, ICBP, UNTR, PGAS, serta bank-bank besar ke depan tetap solid. Sebab, kinerja mereka didukung posisi pasar dominan, recurring revenue, dan fundamental neraca yang kuat. 

Sentimen positif para emiten itu meliputi pertumbuhan kredit perbankan, stabilitas konsumsi domestik, potensi penurunan suku bunga, dan normalisasi siklus komoditas.

“Sementara sentimen negatif mencakup volatilitas makro global, risiko kebijakan fiskal, dan fluktuasi harga komoditas bagi emiten berbasis energi dan alat berat,” katanya.

Baca Juga: Performa Indeks Kompas100 Ungguli Kinerja Blue Chip, Cek Saham Rekomendasi Analis

Abida pun merekomendasikan beli untuk BBCA, BMRI, BBNI, TLKM, dan UNTR dengan target harga masing-masing Rp 11.400 per saham, Rp 6.200 per saham, Rp 4.700 per saham, Rp 4.000 per saham, dan Rp 32.000 per saham.

Sementara, Chenlim merekomendasikan beli untuk untuk BBCA dan BBNI dengan target harga masing-masing Rp 10.650 per saham dan Rp 4.850 per saham.

Selanjutnya: IHSG Berpeluang Menguat Terbatas pada Selasa (10/2), Simak Rekomendasi Analis Berikut

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 10 Februari 2026, Harus Produktif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×