Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten sawit afiliasi First Resources Limited, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT), mengaku kinerja belum terdampak kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam keterbukaan informasi tanggal 16 Oktober 2026, ANJT mengaku memiliki sejumlah wilayah operasional, konsesi, dan aset yang berisiko terdampak karhutla.
Di Provinsi Sumatra Utara, yaitu PT Austindo Nusantara Jaya Agri di Kabupaten Padang Lawas Utara dan PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais di Kabupaten Tapanuli Selatan
Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu PT Sahabat Mewah dan Makmur di Kabupaten Belitung Timur. Selanjutnya ada di Provinsi Kalimantan Barat, yaitu PT Kayung Agro Lestari di Kabupaten Ketapang.
Sementara itu, di Provinsi Papua Barat Daya, yaitu PT ANJ Agri Papua di Kabupaten Sorong Selatan.
Baca Juga: Aliran Minyak di Selat Hormuz Turun 32%, Harga Minyak Dunia Makin Memanas
Direktur ANJT Hilman Lukito mengatakan, sehubungan dengan kejadian Karhutla di wilayah Kalimantan Barat, kegiatan operasional entitas anak perseroan di wilayah tersebut hingga tanggal penyampaian tanggapan ini tetap berlangsung dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi seluruh pekerja serta kondisi di lapangan.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, entitas anak ANJT telah melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran serta upaya perlindungan terhadap keselamatan pekerja.
Kejadian karhutla tersebut tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap pencapaian target produksi Perseroan pada tahun 2026, serta tidak menimbulkan dampak terhadap pendapatan, laba, maupun nilai aset secara konsolidasian.
“Hingga tanggal penyampaian tanggapan ini, berdasarkan informasi dari unit operasional terkait, tidak terdapat penghentian kegiatan operasional yang tidak direncanakan (unplanned shutdown) akibat kejadian karhutla tersebut,” ungkapnya dalam dokumen tersebut.
Hilman bilang, ANJT senantiasa berkomitmen untuk menerapkan kebijakan tanpa pembakaran (Zero Burning Policy) dalam kegiatan operasionalnya, sebagaimana diuraikan dalam Kebijakan Pencegahan dan Pengelolaan Kebakaran perseroan, serta melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan karhutla secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, ANJT menerapkan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan karhutla. Antara lain melalui pemantauan titik panas (hotspot monitoring), patroli rutin, pemeliharaan sekat bakar, penyediaan sarana dan prasarana pemadaman kebakaran, serta kesiapsiagaan tim tanggap darurat di wilayah operasional.
Selain itu, ANJT melakukan koordinasi dan kerja sama dengan instansi pemerintah, pihak berwenang, serta masyarakat sekitar dalam rangka meningkatkan efektivitas upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
“Perseroan akan terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem pengelolaan risiko kebakaran secara berkala sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan kegiatan usaha dan perlindungan lingkungan,” katanya.
Lebih lanjut, sehubungan dengan kejadian Karhutla di wilayah Kalimantan Barat, entitas anak ANJT yang berada di wilayah tersebut saat ini terus melakukan langkah-langkah penanganan dan pemantauan, termasuk berkoordinasi dan bekerja sama dengan instansi pemerintah serta pihak berwenang terkait.
Hingga tanggal penyampaian tanggapan ini, tidak terdapat titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah operasional entitas anak Austindo tersebut.
Meskipun demikian, entitas anak ANJT tetap melakukan pemantauan secara berkala dan menjaga kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran.
Hilman menegaskan bahwa belum terdapat sanksi administratif yang dikenakan kepada perseroan maupun entitas anaknya terkait kejadian Karhutla tersebut.
Perseroan akan terus mengikuti perkembangan proses tersebut serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














