Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen minyak kelapa sawit alias crude palm oil (CPO) angkat suara terkait dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan El Nino ke kinerja.
PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) kompak menyatakan tak ada dampak material dari kejadian karhutla ke kegiatan dan kelangsungan usaha mereka.
Corporate Secretary LSIP Fajar Triadi mengatakan, lokasi perkebunan LSIP dan entitas anak tersebar di berbagai provinsi di Pulau Jawa, Pulau Sumatra, Pulau Kalimantan, dan Pulau Sulawesi.
Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia pada tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan yang dipicu oleh musim kemarau panjang.
Baca Juga: Pasar Saham Amblas Imbas Pengumuman MSCI, Ini Saran untuk Investor
Curah hujan mendekati nol, sehingga tidak ada pasokan air yang cukup dan diperparah dengan faktor cuaca ekstrem fenomena El Nino yang berkepanjangan yang berpotensi memicu peningkatan titik-titik api (hotspots).
“Faktor penyebab lain adalah aktivitas manusia berupa pembukaan lahan dengan cara membakar (slash-and-burn),” ujarnya dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Minggu (18/10/2026).
Dalam menjalankan kegiatan usaha perkebunannya, LSIP secara konsisten menerapkan kebijakan larangan pembakaran (zero burning policy) yang ketat dan melakukan pembersihan lahan secara mekanis untuk lahan perkebunan yang tidak produktif.
Selain menerapkan kebijakan larangan pembakaran lahan, LSIP setiap saat melakukan pemantauan dan identifikasi titik-titik api (hotspots) di area perkebunan. Sebab, titik-titik api (hotspots) yang tidak ditangani dengan segera akan berpotensi mengakibatkan terjadinya kebakaran.
LSIP secara proaktif menggunakan data satelit dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan U.S.National Aeronautics and Space Administration (NASA) yang kemudian dicocokkan dengan peta konsesi resmi LSIP.
“Dari kegiatan tersebut titik-titik api (hotspots) terpantau muncul secara acak dalam skala kecil di area perkebunan milik Lonsum sehingga langsung dapat segera ditangani agar tidak terjadi kebakaran,” tuturnya.
Baca Juga: Makin Berkilau, Bappepti Catat Transaksi Emas Digital Per Agustus 2026 Melonjak 641%
Corporate Secretary SIMP Meyke Ayuningrum mengatakan, SIMP juga senantiasa memastikan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Termasuk, kelengkapan infrastruktur sarana dan prasana, dengan melengkapi setiap perkebunan SIMP dengan kendaraan dan peralatan pemadam kebakaran, karyawan yang bertugas diwajibkan untuk mengikuti pelatihan rutin dalam pencegahan dan tanggap darurat.
“Perseroan juga berkolaborasi dengan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan dalam pencegahan kebakaran,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














