kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Ekspektasi pengurangan produksi membuat harga minyak mendidih


Kamis, 13 Februari 2020 / 09:51 WIB
Ekspektasi pengurangan produksi membuat harga minyak mendidih
ILUSTRASI. Harga minyak sudah menguat dalam tiga hari berturut-turut


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Harga minyak mentah kembali naik untuk hari ketiga di tengah ekspektasi pengurangan produksi lebih dalam akibat wabah virus corona.

Mengutip Reuters, Kamis (13/2) pukul 9.30 WIB, harga minyak jenis Brent kontrak pengiriman April2020 di ICE Futures naik 17 sen, atau 0,3%, menjadi $ 55,96 per barel. 

Setali tiga uang, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Maret 2020 di Nymex naik 29 sen, atau 0,6%, menjadi $ 51,46 per barel.

Sentimen pendukung bagi harga emas hitam ini masih datang dari rencana The Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan sekutu-sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, merekomendasikan pengurangan produksi tambahan sebesar 600.000 barel per hari (bph) guna mengimbangi kehilangan permintaan terkait virus corona.

Baca Juga: Harga minyak kembali bangkit seiring meredanya kasus baru virus corona

Saat ini, pengurangan produksi minyak di OPEC+ mencapai 1,7 juta barel per hari. 

Sebelumnya, OPEC juga sudah memangkas proyeksi permintaan minyak tahun ini. Pengurangan permintaan bakal terjadi sekitar 200.000 barel per hari dan mendorong harapan bahwa OPEC+ akan memberlakukan pemotongan tambahan ketika kembali bertemu.

Pemerintah Rusia belum menjelaskan bahwa pihaknya akan mendukung pemotongan lebih dalam, tetapi mayoritas perusahaan minyak Rusia menginginkan pengurangan memperpanjang setidaknya hingga kuartal II-2020, kata seorang pejabat senior Lukoil kepada Reuters

"Minyak naik karena OPEC menunggu tanggapan resmi dari Rusia mengenai usulan pengurangan produksi," Stephen Innes, kepala strategi pasar AxiCorp.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×