kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Ekonom: Kenaikan bunga The Fed akan tekan rupiah


Minggu, 03 Desember 2017 / 20:06 WIB


Reporter: Siti Rohmatulloh | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat diharapkan tidak terjadi secara langsung, melainkan bertahap. Sebab, dampaknya akan cenderung menekan rupiah.

Kenaikan suku bunga The Fed, kata Ekonom Umar Juoro, kemungkinan akan memperlemah rupiah yang membuat pembayaran utang luar negeri pemerintah maupun swasta menjadi lebih besar. Dia memprediksi, jika ini terjadi Bank Indonesia dapat menaikkan suku bunga kebijakan 7 hari reverse repo (7DRR).

"Kemungkinan The Fed akan menaikkan Fed Fund Rate suku kebijakan secara bertahap dan dalam tingkatan yang tidak terlalu tinggi, kemungkinan 25 bps," kata Umar, Minggu (3/12).

Menurutnya, Indonesia masih bisa meresponsnya dengan baik. Begitu pun dengan pengaruhnya terhadap iklim investasi di Indonesia. Dia bilang, jika The Fed menaikkan suku bunga maka dana akan mengalir kembali ke Amerika Serikat berpengaruh terhadap pasar modal dan keuangan.

Penanaman Modal Asing pun akan bergantung pada kebijakan yang dapat memfasilitasi investasi yang lebih besar atau tidak.

Terkait hal ini, menurutnya Bank Indonesia telah cukup melakukan antisipasi dan mempersiapkan diri. Sementara, untuk memfasilitasi investasi pemerintah dinilai belum memadai melakukannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×