kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.032   32,00   0,19%
  • IDX 7.083   -101,33   -1,41%
  • KOMPAS100 979   -14,03   -1,41%
  • LQ45 719   -8,15   -1,12%
  • ISSI 254   -3,40   -1,32%
  • IDX30 390   -3,61   -0,92%
  • IDXHIDIV20 485   -2,26   -0,46%
  • IDX80 110   -1,44   -1,29%
  • IDXV30 134   -0,26   -0,19%
  • IDXQ30 127   -1,03   -0,80%

Efek testimoni Powell membuat rupiah terkapar dalam sepekan


Jumat, 20 Juli 2018 / 20:48 WIB
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah


Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat kembali melemah. Di pasar spot, rupiah ditutup melemah 0,37% ke level Rp 14.495 per dollar AS pada Jumat (20/7). Dalam sepekan, rupiah telah terdepresiasi 0,81%.

Hal serupa terjadi pada kurs tengah rupiah di Bank Indonesia yang terkoreksi 0,70% ke level Rp 14.520 per dollar AS di perdagangan hari ini. Selama sepekan, rupiah melemah 1,12% di hadapan dollar AS.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan, pergerakan rupiah dalam sepekan tidak bisa dipisahkan oleh pengaruh sentimen dari AS, yakni testimoni Ketua The Federal Reserves, Jerome Powell, yang menegaskan bahwa suku bunga acuan AS akan naik dua kali lagi di sisa tahun ini. Powell juga menegaskan bahwa prospek ekonomi negeri Paman Sam masih positif hingga beberapa tahun ke depan.

Di sisi lain, tidak adanya perubahan kebijakan kenaikan suku bunga acuan BI membuat rupiah kesulitan untuk bangkit.

Untungnya, rupiah sempat tertolong oleh pernyataan Donald Trump yang kurang senang dengan penguatan dollar AS secara signifikan. Sebab, di saat yang sama yuan China dalam tren melemah akhir-akhir ini.

Alhasil, barang-barang produksi AS cenderung menjadi mahal di pasar. Kondisi sebaliknya terjadi pada produk-produk China yang menjadi murah seiring pelemahan yuan. “Kondisi ini dikhawatirkan Trump akan menyudutkan AS dalam perang dagang,” kata Faisyal.

Menurutnya, rupiah masih berpotensi melemah pada pekan depan mengingat belum adanya katalis positif dari dalam negeri. Disamping itu, hasil negosiasi Trump dengan anggota NAFTA akan mempengaruhi pergerakan rupiah sepanjang pekan depan. Tak cuma itu, pasar juga akan menanti data advance GDP AS yang dirilis akhir pekan depan.

Faisyal memprediksi, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.450—Rp 14.600 per dollar AS pada pekan mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×