kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Efek krisis Argentina


Selasa, 28 Januari 2014 / 06:42 WIB
ILUSTRASI. Investor domestik lebih memilih berinvestasi pada obligasi tenor pendek yang rendah volatilitas. KONTAN/Baihaki/12/8/2014


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Rupiah kembali tak berdaya menghadapi dollar AS. Di pasar spot, Senin (27/1), pasangan USD/IDR naik 0,47% ke 12.238. Sedangkan, di kurs tengah Bank Indonesia (BI), pairing  USD/IDR juga naik 0,17%  ke 12.198.

Analis pasar uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri mengatakan, pergerakan rupiah relatif melemah karena tekanan dari domestik dan luar negeri. Dari dalam negeri, ada peningkatan ekspektasi inflasi di bulan ini sehingga membuat rupiah tak mendapatkan tenaga untuk menguat.

Sedangkan, dari luar negeri, pelemahan rupiah dipicu oleh prediksi beberapa lembaga dunia bahwa ekonomi di negara maju akan membaik. Ini menimbulkan spekulasi The Fed akan memangkas lagi stimulus.

Analis Monex Investindo Futures, Albertus Christian menambahkan, pelemahan rupiah dipicu kecemasan krisis keuangan di negara emerging market yang diawali dari Argentina. Selain itu, data ekonomi China yang memburuk menambah faktor negatif ke rupiah.

Analis memproyeksikan, rupiah masih akan melemah, hari ini. Reny memperkirakan, pasangan USD/IDR di 12.132-12.265. Adapun, Christian menebak, rupiah bergerak di 12.155-12.260.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×