Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dolar Australia (AUD) semakin melemah di bawah US$ 0,70 dan mencapai level terendah dalam sebelas minggu. Ini karena dolar AS terus menguat, sementara kehati-hatian meningkat menjelang data inflasi domestik dan data pekerjaan minggu ini. Data-data tersebutdapat mengindikasikan apakah Bank Sentral Australia (RBA) telah selesai menaikkan suku bunga.
Seperti dikutip Tradingeconomics, (23/6), inflasi utama diperkirakan akan meningkat menjadi 4,4% pada Mei dari 4,2% pada bulan sebelumnya. Sementara inflasi inti kemungkinan akan naik menjadi 3,5% dari 3,4%, keduanya jauh di atas target bank sentral.
Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser diperkirakan akan berbicara tentang prospek inflasi setelah rilis The Consumer Price Index (CPI). Untuk data ketenagakerjaan, diperkirakan akan terjadi peningkatan 25.000 pekerjaan bersih pada Mei, sementara tingkat pengangguran kemungkinan akan turun menjadi 4,4% setelah mencapai level tertinggi 4,5% dalam 4,5 tahun terakhir pada bulan lalu.
Sementara itu, dolar AS semakin menguat karena pasar terus mengantisipasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga tahun ini setelah nada hawkish dari para pejabat. Di lain sisi, dolar Australia yang sensitif terhadap risiko mendapat dukungan dari tanda-tanda kemajuan awal dalam negosiasi perdamaian AS-Iran yang sedang berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














