kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.859   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Rupiah Tertekan pada Mei 2026, Franc Swiss&Dolar Australia Jadi Pilihan Diversifikasi


Senin, 01 Juni 2026 / 15:54 WIB
Rupiah Tertekan pada Mei 2026, Franc Swiss&Dolar Australia Jadi Pilihan Diversifikasi
ILUSTRASI. Dolar Australia (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja rupiah tertekan terhadap mayoritas mata uang utama dunia sepanjang Mei 2026. Kombinasi persoalan domestik dan meningkatnya ketidakpastian global membuat mata uang Garuda kehilangan daya tahan di tengah penguatan sejumlah mata uang asing.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah terhadap seluruh mata uang utama selama Mei. Pelemahan terdalam terjadi terhadap dolar Australia (AUD) yang menguat 3,44% secara bulanan (month on month/MoM) terhadap rupiah. Sejak awal tahun 2026 hingga Mei 2026 (year to date/YtD), penguatan AUD terhadap rupiah bahkan mencapai 13,76%.

Selain AUD, dolar Singapura (SGD) juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 3,21% MoM dan 7,89% YtD. Yen Jepang (JPY) menguat 3,27% MoM dan 5,40% YtD, sementara franc Swiss (CHF) naik 3,78% MoM dan 8,43% YtD.

Baca Juga: Franc Swiss Masih Jadi Valas Safe Haven Favorit, Begini Kata Analis

Tekanan terhadap rupiah juga terlihat dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Sepanjang Mei, USD menguat 3,08% terhadap rupiah dan mencatat kenaikan 7,20% secara YtD. Bahkan, rupiah tercatat melemah sepanjang sejarah hingga Rp 17.881 per dolar AS pada Jumat (29/5).

Di saat yang sama, euro (EUR) naik 2,66% MoM dan 6,29% YtD, poundsterling Inggris (GBP) menguat 2,53% MoM dan 7,06% YtD, serta dolar Kanada (CAD) naik 2,08% MoM dan 6,44% YtD.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai pelemahan rupiah dipicu oleh kombinasi faktor internal dan eksternal.

"Faktor internal yaitu defisit anggaran, transaksi berjalan, serta outflow investor dari ekuitas dan Surat Berharga Negara (SBN). Sedangkan faktor eksternal berasal dari tingginya harga minyak mentah dunia akibat geopolitik Timur Tengah," ujar Lukman kepada Kontan, Senin (1/6/2026).

Menurut Lukman, dolar Australia menjadi salah satu mata uang dengan performa terbaik karena didukung kondisi ekonomi yang relatif lebih kuat dibandingkan negara maju lainnya. Selain itu, prospek suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) dan tingginya harga komoditas turut menopang penguatan AUD.

Baca Juga: Dolar AS Terbebani Ancaman Tarif Trump, Dolar Australia Menguat

Ke depan, ia memperkirakan tekanan terhadap rupiah berpotensi mereda apabila permintaan dolar AS di pasar domestik mulai berkurang. Namun, arah pergerakan rupiah masih sangat bergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah dan dinamika harga minyak mentah dunia.

Lukman juga menilai ruang Bank Indonesia untuk menahan pelemahan rupiah cukup terbatas apabila hanya mengandalkan intervensi di pasar valas. Menurutnya, efektivitas kebijakan tersebut tidak akan optimal tanpa dukungan langkah kebijakan yang lebih kuat.

"Hanya mengandalkan intervensi kurang efektif, sementara kenaikan suku bunga dianggap sudah terlambat," kata Lukman.

Untuk kebutuhan diversifikasi investasi, Lukman melihat franc Swiss masih menarik karena didukung arus modal masuk yang kuat serta statusnya sebagai aset safe haven global. 

Di sisi lain, dolar Australia juga layak dicermati, terutama jika ketegangan geopolitik mereda dan harga minyak turun sehingga dapat mendorong kembali permintaan komoditas dunia.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Dolar AS hingga Franc Swiss Jadi Pilihan Hedging Investor

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×