kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Efek China memoles harga tembaga


Sabtu, 27 Februari 2016 / 16:41 WIB
Efek China memoles harga tembaga


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Sinyal China akan melanjutkan pelonggaran moneter mengangkat harga logam industri, termasuk tembaga. Peluang harga pulih pada jangka panjang juga terbuka, jika stimulus ekonomi global membuahkan hasil.

Mengutip Bloomberg, Jumat (26/2) pukul 13.47 WIB, harga tembaga pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange naik 0,70% jadi US$ 4.635 per metrik ton. Dalam sepekan terakhir, harganya juga menguat 0,30%.

Pada pertemuan G20 di Shanghai, Gubernur Bank Sentral China (PBOC) Zhou Xiaochan menegaskan, masih melihat ruang pelonggaran moneter. Bank sentral masih memiliki alat kebijakan, sehingga tidak perlu melakukan depresiasi yuan. Adanya stimulus berpotensi mendongkrak ekonomi yang sedang lesu, sehingga berpeluang meningkatkan permintaan logam industri.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penguatan tembaga pada jangka pendek juga terjadi seiring pelemahan dollar AS. Dalam jangka panjang, peluang pemulihan harga tembaga juga masih besar. Ibrahim optimistis program stimulus di sejumlah negara, seperti China, Jepang dan Eropa, bakal memberikan hasil positif. Prediksinya, akhir tahun ini harga tembaga bisa mencapai US$ 6.000 per metrik ton.

Apalagi, negara produsen seperti China menerapkan sanksi tegas bagi produsen yang tidak memangkas produksi mulai tahun ini. Hal tersebut untuk mengendalikan kelebihan pasokan global di saat permintaan melemah. "Tapi, masih ada ancaman volatilitas harga jika The Fed kembali membahas kenaikan suku bunga," jelas Ibrahim.

Namun, selama tidak ada data negatif yang dirilis China pada pekan depan, kenaikan harga tembaga bisa berlanjut. Prediksinya, harga akan menguat terbatas antara US$ 4.450-US$ 4.830 per metrik ton pada pekan depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×