kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kenaikan tembaga rawan koreksi


Senin, 22 Februari 2016 / 14:13 WIB
Kenaikan tembaga rawan koreksi


Reporter: Namira Daufina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kala cadangan membludak, harga tembaga justru masih punya tenaga untuk melanjutkan kenaikan. Bahkan di perdagangan awal pekan ini harga tembaga terdongkrak ke level tertingginya dalam dua pekan terakhir.

Mengutip Bloomberg, Senin (22/2) pukul 12.15 WIB harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange melesat 0,80% ke level US$ 4.657 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Bahkan dalam sepekan terakhir harga tembaga sudah melesat 2,08%.

Pemaparan Andri Hardianto, Research and Analyst PT Asia Tradepoint Futures hal ini terjadi karena adanya indikasi kenaikan permintaan dari China. Menurut laporan General Administration of Customs China Minggu (21/2) lalu, impor tembaga China Januari 2016 naik 7,2% ke level 390.000 metrik ton dibanding bulan sebelumnya.

“Kenaikan impor China ini indikasi adanya kenaikan permintaan sehingga ditanggapi pasar secara positif,” kata Andri. Selain itu memang secara historis tahunan memasuki April hingga Mei atau di pertengahan tahun permintaan tembaga dari China cenderung meningkat karena aktivitas industri yang kembali menggeliat terutama dari sektor rumah tangga dan otomotif.

Apalagi pemerintah China memberikan sinyal akan memberikan bantuan dukungan melalui pembiayaan dan langkah-langkah yang akan mempermudah industri. People's Bank of China melonggarkan batasan pinjaman mulai Senin (22/2) yang dilakukan untuk membuat lebih banyak uang tersedia di China untuk mendanai infrastruktur.

“Tentunya hal itu bisa menggenjot permintaan logam industri termasuk tembaga,” jelas Andri. Sehingga ada peluang harga tembaga lanjutkan penguatan pada Selasa (23/2).

Dukungan penguatan bagi tembaga juga datang dari laporan produksi tembaga di Kongo, salah satu negara produsen tembaga terbesar bahwa produksi 2015 turun 3% ke level 995.805 dibanding tahun sebelumnya.

"Walau memang penguatan diduga akan dalam rentang yang lebih terbatas," tebak Andri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×