Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) optimis mencatatkan pertumbuhan kinerja signifikan di tahun 2026.
Emiten di sektor industri perikanan dan pengolahan hasil laut itu menargetkan pendapatan mencapai Rp 1,66 triliun hingga akhir tahun 2026, atau meningkat 32,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,25 triliun.
Sementara itu, posisi Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) diproyeksikan mencapai Rp84,3 miliar dengan EBITDA marjin sekitar 5,0%.
Baca Juga: Harga Emas Anjlok 11% ke US$ 3900-an, Investor Bisa Akumulasi Bertahap
Direktur Keuangan DPUM, Adi Winardi mengatakan optimisme pencapaian target tersebut didukung oleh peningkatan penjualan ekspor, penguatan jaringan pelanggan serta efisien operasional yang terus dijalankan perusahaan.
"Untuk outlook 2026, perusahaan optimistis mencapai target produksi dan penjualan," kata Adi di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang, DPUM juga menyiapkan program belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga Rp100 miliar yang akan direalisasikan secara bertahap hingga akhir tahun.
Dana tersebut akan digunakan untuk penambahan fasilitas produksi, peningkatan kapasitas pengolahan, penguatan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), serta modernisasi fasilitas pendukung lainnya.
Untuk mendukung program ekspansi tersebut, DPUM merencanakan pendanaan melalui kombinasi rights issue dan penerbitan surat utang sehingga struktur pendanaan tetap terjaga secara optimal. Terkait rights issue, perusahaan berharap aksi korporasi tersebut dapat terlaksana pada tahun 2026.
"Strategi pendanaan tersebut dirancang untuk menjaga fleksibilitas keuangan perusahaan sekaligus memastikan ketersediaan dana yang memadai guna mendukung rencana ekspansi dan pertumbuhan usaha," ujar Adi.
Baca Juga: Harga Minyak Mentah Turun, Rupiah Menguat ke Rp 17.943 per Dolar AS
Perusahaan ini juga menyampaikan berdasarkan hasil valuasi internal menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF), nilai wajar saham DPUM diperkirakan mencapai Rp 214 per saham. Nilai tersebut mencerminkan prospek pertumbuhan usaha, peningkatan profitabilitas, dan potensi penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.
Di samping itu, DPUM juga menegaskan bahwa insiden kebakaran yang terjadi sebelumnya tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun proses produksi. Seluruh aktivitas utama perusahaan tetap berjalan normal dan komitmen kepada pelanggan dapat dipenuhi sesuai jadwal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














