kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.956   -17,00   -0,09%
  • IDX 5.973   88,72   1,51%
  • KOMPAS100 777   12,98   1,70%
  • LQ45 587   9,29   1,61%
  • ISSI 207   3,43   1,69%
  • IDX30 333   5,54   1,69%
  • IDXHIDIV20 408   6,19   1,54%
  • IDX80 88   1,49   1,73%
  • IDXV30 111   2,12   1,95%
  • IDXQ30 107   1,81   1,72%

Harta Djaya Karya (MEJA) Beberkan Perkembangan Rencana Akuisisi Trimata Coal (TCP)


Kamis, 25 Juni 2026 / 09:42 WIB
Harta Djaya Karya (MEJA) Beberkan Perkembangan Rencana Akuisisi Trimata Coal (TCP)
ILUSTRASI. PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mengumumkan perkembangan rencana transaksi pengambilalihan kepemilikan saham pada PT Trimata Coal Perkasa (TCP). (KONTAN/Pulina Nityakanti)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mengumumkan perkembangan rencana transaksi pengambilalihan kepemilikan saham pada PT Trimata Coal Perkasa (TCP) melalui mekanisme pertukaran saham (swap share).

Rencana transaksi tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara pemegang saham pengendali MEJA dan pemegang saham pengendali TCP terkait rencana pertukaran saham sebesar 45% kepemilikan pada TCP.

Mengacu pada dokumen yang telah diterima MEJA dari TCP, terdapat beberapa perkembangan penting. Pertama, TCP telah menunjuk Kantor Akuntan Publik untuk melakukan audit atas laporan keuangan TCP tahun buku 2025 dan proses audit saat ini sedang berlangsung.

Baca Juga: Samudera Indonesia (SMDR) Tetapkan Dividen Final Rp 196,5 Miliar dari Laba Tahun 2025

Kedua, TCP telah menunjuk Competent Person independen untuk melakukan studi estimasi sumber daya dan cadangan batubara atas konsesi tambang yang dimiliki TCP. Ketiga, berdasarkan laporan Competent Person tertanggal 1 Juni 2026, estimasi cadangan batubara yang dapat ditambang yakni sekitar 400 juta ton.

Keempat, TCP telah menyusun business plan pengembangan usaha pertambangan yang menunjukkan kelayakan ekonomi proyek dengan indikator keuangan positif. Kelima, TCP telah menjalin kerja sama awal dengan kontraktor tambang, investor infrastruktur pendukung, dan calon offtaker untuk mendukung operasional komersial ke depan.

Baca Juga: Ada Kebocoran Pipa di Blok Rimau, Begini Penjelasan Medco Energi Internasional (MEDC)

Lantas, saat ini MEJA sedang melakukan proses kajian menyeluruh (due diligence), valuasi independen, serta evaluasi aspek hukum dan kepatuhan sesuai ketentuan pasar modal yang berlaku.

"Perusahaan akan memastikan bahwa setiap tahapan transaksi dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip keterbukaan, tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), serta kepentingan seluruh pemegang saham perusahaan," tulis Direktur Utama Harta Djaya Karya Richie Adrian Hartanto S dalam keterbukaan informasi, Rabu (24/6/2026).

Selanjutnya, apabila transaksi ini memenuhi kriteria transaksi material, transaksi afiliasi, atau memerlukan persetujuan pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku, MEJA akan memenuhi seluruh persyaratan regulasi termasuk penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×