Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Entitas asosiasi PT United Tractors Tbk (UNTR), yakni Nickel Industries Limited (NIC) mengumumkan transaksi pengambilalihan saham minoritas di dua smelter High Pressure Acid Lead (HPAL) di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
Berdasarkan laporan Stockbit Sekuritas yang mengutip keterbukaan informasi di Bursa Saham Australia, Nickel Industries menyatakan telah menandatangani perjanjian untuk akuisisi 17,5% saham di PT Teluk Metal Industry (TMI) senilai US$ 169 juta, di mana pendanaan transaksi ini akan berasal dari kas internal serta opsi tambahan utang dari Shanghai Decent selaku pemegang saham terbesar Nickel Industries.
Selain itu, Nickel Industries mengumumkan akan mengakuisisi 36% saham di PT Chengsheng New Energy dengan valuasi US$ 241,6 juta.
Baca Juga: HKI Usul Bentuk Tim Percepatan Kawasan Industri untuk Mengurai Hambatan Investasi
"Transaksi ini tidak melibatkan kas dan dilakukan melalui monetisasi atas 18% saham di dua perusahaan tambang Proyek Sampala," tulis laporan tersebut, Kamis (25/6/2026).
TMI diproyeksikan akan memberi kontribusi produksi kepada Nickel Industries sebesar 6.775 ton nikel Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) per tahun setelah mencapai kapasitas produksi penuh paling lambat pada September 2027.
Di sisi lain, Chengseng New Energy diprediksi akan memberi kontribusi produksi sebesar 10.208 ton nikel MHP per tahun pada kapasitas produksi penuh dengan perkiraan mulai beroperasi pada pertengahan 2027.
Baca Juga: Data Center dan EV Diproyeksi Jadi Motor Baru Permintaan Kawasan Industri pada 2026
Pada penutupan perdagangan Kamis (25/6), harga saham UNTR naik 2,27% ke level Rp 22.500 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














